Kompas.com - 08/06/2020, 21:24 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sudah berapa jenis diet yang pernah kamu coba? Beberapa yang muncul di ingatan barangkali diet keto, diet rendah karbo, hingga diet Mayo.

Namun selain diet-diet tersebut, ada pula diet menurunkan berat badan yang disebut diet militer atau military diet.

Apa itu diet militer? Apakah aman dan efektif, untuk menguruskan berat badan?

Diet militer adalah diet untuk menguruskan berat badan, yang diklaim membantu mengurangi bobot hingga 4,5 kg (10 pon) selama satu minggu.

Diet militer atau military diet sering disebut sebagai diet 3 hari, karena diet ini membutuhkan perencanaan makan rendah kalori, untuk 3 hari.

Selama 3 hari, individu yang menjalani diet militer hanya mengonsumsi jenis-jenis makanan tertentu, dengan total kalori harian yang dibatasi.

Sementara itu, mereka bisa mengonsumsi makanan sehat seperti biasanya, selama sisa 4 hari dalam minggu tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siklus pembagian fase dalam diet militer atau military diet di atas, terus diterapkan, hingga individu yang melaksanakannya mencapai bobot yang diidamkan.

Baca juga: Diet IU, Diet Ekstrem untuk Turunkan 5 Kg dalam Seminggu

Diet ini menggunakan kata ‘militer’, karena pendukungnya mengklaim diet ini dirancang oleh ahli gizi di institusi militer Amerika Serikat.

Masih dari klaim pendukungnya, diet militer awalnya bertujuan membentuk badan tentara dan anggota militer menjadi proporsional.

Walau begitu, klaim tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

Bagaimana prinsip perencanaan makan 3 hari dalam diet militer?

Dalam prinsip diet militer, jumlah kalori yang diperbolehkan untuk masuk ke tubuh selama 3 hari yaitu 1.100-1.400 kalori, tiap harinya. Rentang kalori ini berada di bawah kebutuhan kalori harian orang dewasa rata-rata.

Selama 3 hari dalam diet militer, Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Berikut ini beberapa contoh makanan, yang diperbolehan dalam diet militer.

  • Pisang
  • Roti gandum utuh dalam porsi sedikit
  • Wortel
  • Kopi
  • Telur
  • Anggur
  • Hot dogs
  • Es krim
  • Daging
  • Biskuit asin
  • Teh
  • Tuna

Sementara itu, ada pula beberapa jenis makanan, yang jadi pantangan dalam diet militer. Makanan tersebut termasuk pemanis buatan, krimer, jus buah, susu, jeruk, dan gula.

Baca juga: 9 Jenis Diet Populer Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Dari makanan yang diperbolehkan di atas, berikut ini merupakan contoh dari perencanaan diet militer atau military diet, dalam satu hari.

1. Contoh menu sarapan diet militer

  • Selembar roti panggang dengan dua sendok teh selai kacang
  • Setengah buah jeruk atau grape fruit
  • Secangkir kopi atau teh (opsional)

2. Contoh menu makan siang diet militer

  • Selembar roti panggang
  • Setengah kaleng tuna
  • Secangkir kopi atau teh (opsional)

3. Contoh menu makan malam diet militer

  • 85 gram daging ditambah sedikit kacang buncis
  • Setengah buah pisang dan sebuah apel kecil
  • Satu cangkir es krim vanila

Apakah diet militer efektif untuk turunkan bobot?

Belum banyak studi ilmiah yang membuktikan keberhasilan diet militer. Walau begitu, untuk jangka pendek, diet militer memang berpotensi untuk menurunkan berat badan. Sebab, diet militer ini membatasi kalori yang masuk ke tubuh.

Namun, diet militer tidak mampu untuk mempertahankan bobot yang turun tersebut, karena tidak berakar pada perubahan kebiasaan makan.

Berat badan yang turun selama menerapkan diet ini, sebagian besar dipicu oleh hilangnya air dari badan, bukan lemak. Kamu juga berisiko untuk kembali mengalami kenaikan berat badan, setelah berhenti menjalani diet militer.

Untuk menurunkan bobot dalam waktu singkat, diet militer dapat membantu. Akan tetapi, diet militer bukanlah metode yang tepat untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan.

Baca juga: Cara Menghitung Kalori Makanan untuk Turunkan Berat Badan

Potensi risiko diet militer

Terlihat menggiurkan, diet militer tetap memiliki sejumlah potensi risiko dan bahaya. Salah satu potensi risiko tersebut, adalah minimnya nutrisi yang masuk ke tubuh, termasuk serat, vitamin, dan zat mineral. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan dalam fungsi tubuh yang normal.

Beberapa makanan dalam diet militer juga mengandung garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi. Misalnya, hot dogs mengandung lemak jenuh dan garam yang tinggi. Kedua zat tersebut, meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung.

Menurunkan 4,5 kg dalam satu minggu, juga meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit batu empedu. Batu empedu adalah material mirip batu, yang terbentuk dari kolesterol di kantung empedu tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi, karena organ hati melepaskan kolesterol tambahan ke empedu, saat terjadi penurunan bobot yang drastis. Penurunan bobot yang sehat pun sebenarnya berada di rentang 0,5-0,9 kg, dalam satu minggu.

Menerapkan diet militer memang dapat menurunkan bobot, untuk jangka pendek. Hanya saja, dalam jangka panjang, diet militer memiliki sejumlah risiko kesehatan. Selain itu, bobot akan berisiko kembali naik, setelah berhenti mengikuti metode diet militer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.