Kompas.com - 09/06/2020, 07:09 WIB
Ilustrasi menimbang berat badan shutterstockIlustrasi menimbang berat badan

KOMPAS.com - Banyak orang memiliki target penurunan berat badan, tetapi banyak pula yang menghadapi kegagalan dalam perjalanan usaha mereka.

Ada banyak faktor yang memengaruhi penurunan berat badan, yang terkadang tak disadari masih menjadi kebiasaan kita sehari-hari.

Berikut ini adalah  enam kemungkinan penyebab yang membuat berat badan tak kunjung turun:

1. Perilaku jangka pendek

Mengejar target berat badan tertentu membuat kita melakukan perubahan perilaku.

Baca juga: Rapper Kondang Turun Berat Badan 21 Kg dalam Waktu 6 Bulan

Namun, orang-orang yang gagal menurunkan berat badan biasanya hanya menjalankan perilaku hidup sehat dalam jangka pendek, dan ingin hasil yang cepat.

Sayangnya, perilaku ini hanya akan membuatmu menjalani diet yo-yo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa jenis diet menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu cepat, namun mengeliminasi kelompok makanan tertentu.

Padahal, kenyataannya, pola makan seimbang dengan menyertakan semua kelompok makanan adalah yang terbaik untuk jangka panjang.

Penurunan berat badan rata-rata per minggu adalah 0,5-1 kg. Orang yang memiliki berat badan berlebih akan mengalami penurunan dalam jumlah besar di awal usahanya.

Namun, tren tersebut akan melambat seiring menurunnya berat badan.

Menurut sejumlah penelitian, angka 0,5-1 kg adalah cara yang efektif untuk menurunkan berat badan.

Baca juga: Turun Berat Badan 26 Kg dalam 7 Bulan, Mau Tiru?

Penurunan berat badan sebanyak itu tak menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak air atau jaringan bebas lemak, dan mencegah berat badan naik kembali.

2. Pola pikir semua atau tidak sama sekali

Banyak orang yang gagal menurunkan berat badan karena punya pola pikir "semua atau tidak sama sekali".

Misalnya, memangkas semua makanan berproses. Mulai dari roti, pasta, susu, keju, camilan, makanan beku, dan lainnya.

Kemudian hanya mengonsumsi makanan alami seperti daging ayam, sayur-sayuran dan buah buahan.

Ini mungkin akan memberi hasil bagus di awal, namun tidak sedikit orang yang akhirnya menggagalkan program penurunan berat badan hanya karena mengonsumsi salah satu makanan yang "dilarang" pada satu waktu tertentu.

Kemudian mereka akan mengulangi pola pembatasan makan tersebut, melanggar, dan, kembali ke siklus yang sama.

Baca juga: 17 Cara Makan untuk Menurunkan Berat Badan

Ini adalah siklus yang destruktif. Hal sama juga tidak baik jika diterapkan pada rutinitas olahraga.

Jika kamu berusaha keras saat berolahraga, namun tidak merasa lebih bugar atau kuat, artinya kamu mungkin melakukannya terlalu banyak.

Lakukan sesuai dengan perkembanganmu dari waktu ke waktu, dan buatlah rutinitas ini menjadi rutinitas jangka panjang. Jangan terlalu keras pada dirimu.

3. Kurang sistem pendukung

Teman, keluarga dan pasangan yang mendukung adalah faktor penting untuk target penurunan berat badan yang sukses.

Tak sedikit orang yang menganggap orang-orang yang punya pola hidup sehat dan makan sehat sebagai hal yang konyol.

Mereka lalu kerap menggoda orang-orang tersebut.

Nah, kurangnya support system bisa membuat seseorang yang tengah menjalani diet kembali jatuh ke dalam jebakan pola hidup tidak sehat lama.

Tanpa sistem pendukung, perjalanan penurunan berat badan akan terasa sepi dan mengintimidasi.

Baca juga: Turun Berat Badan dari 65 Kg Jadi 52 Kg, Apa Rasanya?

Jika belum memiliki sistem pendukung yang cukup, cobalah membuka obrolan dengan teman temanmu, keluarga, atau pasangan mengenai ini.

Ingatlah, mereka tidak perlu mengubah pola hidup mereka jika memang tidak mau.

Namun, buatlah mereka memahami bahwa kesehatan sangatlah berarti untukmu, dan kamu sangat membutuhkan dukungan mereka untuk mendapatkan itu.

4. Berpikir olahraga adalah segalanya

Olahraga harus menjadi bagian dari program penurunan berat badan, namun target berat badan ideal akan sulit dicapai jika hanya mengandalkan olahraga.

Kamu tidak akan meraihnya jika masih menjalani pola makan yang tidak sehat.

Banyak orang terlalu "mendewakan" jumlah kalori yang dibakar ketika olahraga. Padahal, kemungkinan angka tersebut jauh lebih sedikit daripada yang kamu duga.

Angka kalori sebenarnya yang dibakar saat olahraga bergantung pada banyak faktor, termasuk berat badan, intensitas olahraga, durasi olahraga, usia, hingga komposisi tubuh.

Memang, ada pengecualian. Orang-orang yang menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan melatih otot tubuh.

Misalnya, seringkali makan makanan tinggi kalori dalam jumlah besar namun tidak mengalami kenaikan berat badan.

Namun, itu bukanlah patokan bagi orang pada umumnya.

Baca juga: Ingin Berat Badan Turun, Jangan Lewatkan Waktu Makan

Ingatlah untuk tetap menerapkan pola makan dengan banyak konsumsi sayur, buah, lemak sehat, protein tanpa lemak, hingga biji-bijian utuh demi penurunan berat badan dan kesehatan jangka panjang.

Tentunya, dengan kombinasi pola makan sehat.

5. Stres

Menurunkan berat badan akan lebih sulit jika kamu mengalami stres, kurang tidur dan terlalu banyak bekerja.

Situasi ini banyak dialami oleh masyarakat modern saat ini.

Contoh situasinya adalah ketika pekerjaan menumpuk, kita akhirnya melewatkan rencana olahraga sepulang kerja. Padatnya pekerjaan membuat kita stres.

Kondisi tersebut membuat kita mengalihkan stres yang dirasakan ke makan malam yang tinggi kalori demi memperbaiki suasana hati.

Hal ini mungkin tidak menjadi masalah jika terjadi sesekali, namun penurunan berat badan akan menjadi mustahil jika ini terjadi setiap waktu.

Nutrisi dan olahraga adalah dua dari sekian banyak komponen penting yang perlu dicapai untuk hidup sehat dan pada akhirnya, berat badan yang ideal pula.

Baca juga: 2 Tips Sederhana Jaga Berat Badan Ideal Pasca-Lebaran

Di saat bersamaan, penting pula untuk fokus mengelola faktor lain, seperti tidur dan manajemen stres.

6. Mengandalkan suplemen

Beberapa suplemen memang bisa membantu meraih target berat badan. Namun, kamu juga harus melakukan usaha lainnya selain mengandalkan kerja suplemen.

Misalnya, konsumsi protein shake di pagi hari mungkin bisa membuat kita kenyang dan menahan rasa lapar di siang hari.

Protein shake juga bisa membantu membentuk otot, yang membantu mengelola komposisi tubuh.

Beberapa suplemen penurun berat badan memiliki bukti ilmiah pendukung.

Namun, sama seperti metode "makan sedikit kalori daripada yang dibakar", tidak ada suplemen yang benar-benar terbukti membuat seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori dalam sehari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.