Inovasi Kamera Pengukur Suhu Tubuh Berbasis Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 09/06/2020, 14:55 WIB
Calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line antre di Stasiun Kota Bogor, Selasa (9/6/2020). Pihak stasiun menerapkan protokol kesehatan kepada para penumpang antara lain penerapan pembatasan jumlah kapasitas penumpang di dalam gerbong KRL. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line antre di Stasiun Kota Bogor, Selasa (9/6/2020). Pihak stasiun menerapkan protokol kesehatan kepada para penumpang antara lain penerapan pembatasan jumlah kapasitas penumpang di dalam gerbong KRL.

KOMPAS.com – Pemerintah telah menerbitkan protokol kesehatan yang wajib diterapkan di pusat perbelanjaan, kantor, hotel, hingga pusat keramaian lainnya, salah satunya adalah pemeriksaan suhu tubuh setiap pengunjung.

Kebutuhan akan pengukur suhu tubuh yang cepat dan akurat pun meningkat. Menurut laporan, terjadi peningkatan penjualan termometer suhu non-kontak akibat merebaknya pandemi covid-19 di seluruh dunia.

Jika pada awalnya banyak tempat yang menggunakan termometer inframerah genggam atau dikenal dengan "termometer tembak", kini jenis pengukur suhu makin beragam.

Produsen bahkan memasukkan teknologi baru ke dalam produknya, misalnya saja indikator lampu untuk menandakan demam atau pun termometer yang terhubung dengan aplikasi di ponsel.

Teknologi terkini dalam thermometer suhu adalah kamera pendeteksi suhu tubuh yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence).

Salah satunya adalah keluaran EVO Smart Life yaitu kamera AITP04. Kamera ini diklaim mampu memberikan hasil akurat tanpa kontak dalam waktu singkat.

Baca juga: Protokol Kesehatan Operasional Mal, Siapkan Pengukur Suhu Tubuh hingga Dorong Transaksi Nontunai

“Kamera ini menggunakan teknologi pengenalan wajah, jauh lebih akurat karena pengukurannya tepat pada kening dan kelenjar air mata,” kata direktur EVO Smart Life, Mikael Ricardo dalam siaran pers.

Kekurangan dari termometer tembak adalah akurasinya kurang dan pembacaan suhu relatif lambat sehingga kurang cocok jika dipakai di tempat yang banyak didatangi orang.

Sementara itu, kelebihan lain dari AITP04 adalah tidak ada kontak yang dekat dengan orang sehingga dapat mengurangi kemungkinan paparan infeksi. Kami ini bisa dipakai pada jarak hingga 1.5 meter dalam waktu kurang dari satu detik.

Kamera pendeteksi suhu tubuh dengan teknologi kecerdasan buatan dari EVO Smart Life.Dok EVO Smart Life Kamera pendeteksi suhu tubuh dengan teknologi kecerdasan buatan dari EVO Smart Life.

“Khususnya di area dengan traffic tinggi, kamera harus dengan cepat mengukur suhu tanpa kontak. Ini akan mengurangi kemungkinan infeksi akibat antrean yang padat untuk mengukur suhu,” katanya.

Walau sudah menggunakan masker, menjaga jarak fisik dengan orang lain minimal satu meter akan lebih efektif untuk mencegah paparan virus Covid-19. Penerapan jaga jarak ini juga berlaku saat pengecekan suhu tubuh.

Menurut Mikael, kamera ini juga dilengkapi dengan fitur menghitung jumlah orang (people counter) dan fitur check in. Fitur tersebut sekaligus dapat dipakai untuk mengabil absensi pada karyawan.

Baca juga: New Normal, Bagaimana Mencegah Penularan Virus Corona di Tempat Kerja?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X