Kompas.com - 10/06/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Mayoritas dari mereka berkulit putih, dan 73 persen adalah perempuan.

Baca juga: Beda Gejala Demensia dan Alzheimer, Serupa tapi Tak Sama

Peserta mengisi survei tentang gejala depresi dan kecemasan dan menilai fungsi kognitif mereka.

Fungsi-fungsi itu termasuk memori, bahasa, dan rentang perhatian.

Lebih dari sepertiga atau 113 partisipan menjalani pemindaian otak PET, mengungkapkan endapan protein tau dan beta amiloid, tanda-tanda peringatan yang terlihat dokter untuk mendeteksi alzheimer pada tahap awal.

Mereka menemukan, orang-orang dengan pola pikir negatif berulang lebih cenderung memiliki penumpukan protein di otak mereka.

Orang-orang yang sama juga memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Depresi dan kecemasan dikenal sebagai faktor risiko alzheimer, tetapi studi ini berupaya menjelaskan alasan yang mendasarinya.

Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan memori dan fungsi mental penting lainnya.

Koneksi sel otak dan sel-sel merosot dan mati, akhirnya menghancurkan memori dan fungsi mental penting lainnya.

Penyakit alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia.

Baca juga: Kurang Waktu Tidur Malam pada Pria Picu Risiko Alzheimer

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.