Mengabaikan Aturan Social Distancing adalah Tanda Psikopat?

Kompas.com - 10/06/2020, 16:47 WIB
Ratusan warga memadati pasar tradisional di jalan Pedati, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pasar tradisional tersebut dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok untuk persiapan jelang bulan Ramadhan 1441 H tanpa mematuhi aturan penggunaan masker, berkerumun dan jaga jarak aman di tengah wabah pandemi virus corona (Covid-19). ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHRatusan warga memadati pasar tradisional di jalan Pedati, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Pasar tradisional tersebut dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok untuk persiapan jelang bulan Ramadhan 1441 H tanpa mematuhi aturan penggunaan masker, berkerumun dan jaga jarak aman di tengah wabah pandemi virus corona (Covid-19).
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Respons seseorang terhadap pedoman kesehatan di masa pandemi bisa jadi cara terbaik untuk melihat sifat asli mereka.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science mengungkapkan, individu dengan sifat-sifat "gelap" seperti psikopati cenderung mengabaikan protokol yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

"Dari laporan di media pada masa awal pandemi Covid-19 sebagian orang tidak memedulikan anjuran untuk menjaga jarak sosial atau meningkatkan kebersihan diri."

Demikian kata Pavel S. Blagov, penulis studi dan director of Personality Laboratory di Whitman College, Walla Walla, Washington, kepada PsyPost.

Hal ini misalnya terlihat pada tindakan orang-orang yang dengan sengaja batuk, meludah sembarangan, atau menjilati gagang pintu di depan umum sebagai bentuk pemberontakan atau mencari perhatian.

Baca juga: Pria Ini Positif Corona Usai Jilati Toilet untuk Coronavirus Challenge

"Ada banyak alasan untuk ini, dan saya kira kepribadian orang tersebut memainkan sedikit peran di dalamnya," kata Blagov.

Ia mencatat, penelitian sebelumnya telah menyebut orang-orang yang memiliki sifat seperti narsisme, Machiavellianisme, dan psikopati "terkait perilaku risiko kesehatan dan masalah kesehatan."

"Saya menduga orang-orang ini akan terlibat dalam perilaku bermasalah dalam hal kesehatan selama pandemi," ujar dia.

Para peneliti melakukan survei terhadap 502 orang dewasa di AS selama akhir Maret, menilai kepribadian mereka, dan mengukur seberapa baik mereka mematuhi anjuran seperti jarak sosial.

Di saat mayoritas partisipan melaporkan mereka bersedia bertindak demi melindungi orang yang dicintai dan orang lain, sebagian partisipan mengatakan, mereka mengabaikan anjuran dan bersikap tidak peduli.

Halaman:


Sumber NYPost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X