Berkebun Sayur, Hobi Baru yang Bikin Bahagia di Tengah Pandemi

Kompas.com - 11/06/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi berkebun dengan bekas sayuran. Dok. Today.comIlustrasi berkebun dengan bekas sayuran.

KOMPAS.com - Hanya di rumah saja akibat pandemi Covid-19 ternyata memunculkan beragam hobi baru, salah satunya adalah dengan berkebun sayuran.

Berkebun dianggap sebagai aktivitas yang menenangkan, ramah keluarga, serta bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan harian di tengah krisis pandemi.

Dilansir Reuters, penjualan bibit buah-buahan dan sayur-sayuran pun meningkat secara global dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu yang memulai hobi berkebun di tengah pandemi adalah seorang warga Texas, Jaime Calder.

Calder mulai kembali berkebun setelah sempat berhenti sebelumnya karena pindah rumah.

Perempuan yang berprofesi sebagai editor majalah itu menanam bawang, blackberry, chard, semangka, hingga cabai tahun ini. Ia juga memperluas kebunnya karena menanam lebih banyak tanaman.

"Ini mungkin tidak bisa menghidupi lima orang anggota keluarga, tapi setidaknya kami mencoba untuk tidak terlalu sering berbelanja keluar dalam beberapa bulan ke depan," katanya seperti dilansir Reuters.

Baca juga: Berkebun di Rumah, Ini 7 Jenis Sayuran Cepat Panen

Selain untuk mengisi waktu, berkebun juga kerap dimanfaatkan oleh orangtuabuntuk mengajak anak-anaknya bermain sebagai aktivitas luar ruangan.

Warga lainnya yang juga menikmati rutinitas berkebun di tengah pandemi adalah Melanie Pittman, seorang guru yang tinggal di area seluas 5 hektar di dekat Crete, Illinois.

Pittman bersama pasangannya mengumpulkan bibit-bibit tanaman dan alat berkebun untuk lebih menghidupkan kebunnya.

Pittman tidak hanya memperluas kebun, menanam jagung, kacang-kacangan, tomat, kentang, bawang, hingga jamur. Lebih jauh, ia juga bekerja dengan komunitas berkebun di sekitarnya untuk bertukar pangan.

"Aku mencoba menghubungi individu yang juga menanam di area lain, untuk mencegah stok yang bertumpuk. Misalnya, aku menanam tomat, dia menanam wortel," ungkapnya.

Baca juga: Berkebun Selama Masa Karantina Bisa Jadi Cara Hilangkan Stres

Berkebun bikin bahagia

Ketika sebagian orang menanam untuk menyediakan cadangan pangan, sebagian lainnya berkebun sekadar hobi. Proses menanam sampai mendapatkan hasil ternyata mendatangkan rasa bahagia.

Sayuran kamgkung ditanam secara hidroponik di rumah kaca milik warha Gang Nangka, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018).KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Sayuran kamgkung ditanam secara hidroponik di rumah kaca milik warha Gang Nangka, Papanggo, Jakarta Utara, Selasa (10/4/2018).

Sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Landscape and Urban Planning menemukan, membuat kebun kecil di rumah adalah sebuah aktivitas yang secara mengejutkan bisa meningkatkan suasana hati seseorang.

Dilansir Washington Post, studi tersebut menunjukkan bahwa efek positif terhadap suasana hati yang didapatkan dari berkebun bahkan sama dengan tipe olahraga umum, seperti bersepeda dan jalan kaki.

Efek positif tersebut bisa didapatkan ketika kita berkebun sendiri maupun bersama orang lain, di balkon apartemen atau di kebun pedesaan.

Baca juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yuk Tanam Sisa Sayuran di Dapur

Selain itu, berkebun disebut sebagai gabungan unik dari berbagai kegiatan yang terbukti bermanfaat.

Menghabiskan waktu di luar ruangan, misalnya, kerap dikaitkan dengan kebahagiaan bahkan meskipun hanya tergolong aktivitas fisik ringan.

Memelihara tanaman juga diasosiasikan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik, sama dengan memenuhi kebutuhan makan dengan cukup. Berkebun adalah gabungan semuanya.

Lahan sempit

Meski aktivitas berkebun biasa diasosiasikan dengan pekarangan besar, studi ini dengan sengaja menyertakan sampel besar orang yang berkebun di daerah perkotaan.

Mereka biasa menanam tanaman di tempat-tempat sempit seperti balkon, tepian jendela dan atap.

Para penulis studi mengatakan, para pembuat kebijakan harus berpikir tentang berkebun dalam konteks mendiskusikan bagaimana membuat kota lebih layak huni.

"Ada banyak orang yang berkebun lebih banyak daripada yang kita kira dan ini tampaknya ada kaitannya dengan tingkat kebahagiaan, sama seperti jalan kaki dan bersepeda," kata salah satu penulis studi, Anu Ramaswami dalam sebuah keterangan.

Menurutnya, berkebun ke depannya bisa berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang.

"Studi ini menemukan, ketika memilih projek kesejahteraan di masa depan untuk dibiayai, kita harus memberikan perhatian lebih besar kepada aktivitas berkebun di rumah," tambahnya.

Baca juga: Mengenal Apotek Hidup dan Berbagai Jenis Tanaman Obatnya



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X