Kompas.com - 11/06/2020, 23:26 WIB
- shutterstock-

 

3. Jadikan olahraga sebagai prioritas

"Seperti orang dewasa, anak-anak yang aktif dan berolahraga secara teratur umumnya cenderung bugar dan sehat," kata Dr Lim.

"Ada banyak teori tentang bagaimana olahraga dapat membantu membangun sistem kekebalan tubuh, misalnya olahraga diperkirakan bisa merangsang produksi sel yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan fungsi kardiorespiratori tubuh."

Sebelum mereka memulai sekolah dasar, sebagian besar anak kecil akan melakukan latihan informal, seperti berlarian di taman, bersepeda, atau berenang bersama ayah dan ibunya. Beberapa anak bahkan secara khusus belajar olahraga.

Namun, begitu mulai sekolah dasar, mereka cenderung terlibat dalam program latihan yang lebih formal sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler atau pelatihan olahraga kompetitif.

Orangtua bisa membantu anak menjadi lebih aktif dengan merencanakan kegiatan olahraga bersama keluarga di luar ruangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski olahraga sangat penting, Dr lim mengingatkan untuk tidak mendorong anak berolahraga ketika sakit.

“Adalah kesalahpahaman bahwa olahraga bisa membantu pemulihan selama periode sakit parah,” kata Dr Lim.

"Faktanya, olahraga berlebihan ketika seorang anak sakit justru dapat memiliki efek sebaliknya."

Baca juga: Cara Memperbaiki Jam Tidur Anak

4. Biasakan menjaga kebersihan

“Kuman di sekitar rumah bisa baik dan buruk,” kata Dr Dawn Lim, seorang dokter anak di Kinder Clinic di The Heeren.

Terpapar kuman memang dapat membantu tubuh “menciptakan” sebagian memori kuman tersebut, sehingga anak dapat melawannya dengan mudah saat ia terpapar lagi olehnya.

Namun, ketika kekebalannya lebih lemah, ia tidak hanya lebih rentan terhadap infeksi, tetapi juga mungkin menderita gejala yang lebih parah ketika ia terinfeksi.

Untuk melindunginya, pastikan dia mencuci tangan dengan saksama setelah menggunakan kamar mandi, terutama sebelum makan.

Cuci dan disinfeksi mainannya secara teratur, dan pastikan semua permukaan permainannya bersih. Pastikan juga anak menghindari orang yang jelas sakit. Mengambil langkah-langkah ini akan sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.

5. Jangan pernah lewatkan jadwal vaksinasi

Dr Chu Hui Ping, spesialis kedokteran anak, dan konsultan di Raffles Children's Center mengatakan, vaksin bekerja dengan meniru infeksi.

“Vaksin mengandung bagian virus atau bakteri yang terbunuh atau melemah yang bertanggung jawab atas infeksi.

“Ketika seseorang divaksinasi, dia tidak jatuh sakit karena virus atau bakteri telah terbunuh atau melemah; tetapi tubuhnya bereaksi terhadap vaksin dengan memproduksi antibodi khusus untuk virus atau bakteri itu," jelas Dr Chu.

Dengan cara tersebut, antibodi ini tetap berada di dalam tubuh, dan ketika anak terpapar virus atau bakteri hidup yang sama, antibodi membantu membunuhnya sebelum anak jatuh sakit.

Selain daftar vaksin wajib, orangtua dapat menambahkan vaksin opsional seperti cacar air ke dalam jadwal imunisasi.

Baca juga: 5 Tips Penting Sebelum Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Covid-19

6. Minimalkan penggunaan antibiotik

Meminta antibiotik ketika anak sakit tidak akan meningkatkan kekebalan anak terhadap penyakit menular.

“Antibiotik hanya membantu infeksi bakteri seperti infeksi telinga, infeksi sinus atau pneumonia,” kata Dr Barathi Rajendra, konsultan senior dari layanan pediatri umum, Departemen Pediatri, di KK Women and Children's Hospital.

Karena penggunaan antibiotik yang berlebihan selama bertahun-tahun, bakteri justru menjadi semakin kebal obat dan sulit untuk dikelola. Beberapa strain sekarang kebal terhadap hampir setiap antibiotik yang tersedia.

Karena antibiotik dapat melemahkan sistem kekebalan dengan membunuh bakteri baik di dalam tubuh, yang terbaik adalah tidak memaksa dokter untuk meresepkan pengobatan antibiotik untuk anak ketika dia sakit.

Antibiotik tidak akan menyembuhkan kebanyakan pilek, batuk, sakit tenggorokan atau flu, karena kondisi ini disebabkan oleh virus.

Yakinlah, tubuh anak dapat melawan infeksi ini sendiri. Jika sangat diperlukan, dokter akan menyarankan obat untuk membantu meringankan gejala-gejalanya, bukan antibiotik.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Anak yang Susah Makan di Tengah Pandemi Corona

Halaman:


Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.