Remaja Jarang Bertemu Teman Berdampak pada Perkembangannya

Kompas.com - 15/06/2020, 19:05 WIB
Ilustrasi remaja bercengkrama ISTOCKPHOTO/FERLISTOCKPHOTOIlustrasi remaja bercengkrama

KOMPAS.com – Berkurangnya pertemuan tatap muka para remaja dengan teman-temannya akibat pandemi bisa menimbulkan perasaan terisolasi dan berdampak jangka panjang.

Efek perasaan isolasi dan kesepian ini berdampak negatif pada remaja, terutama pada perkembangan otak, perilaku, dan kesehatan mentalnya.

Menggunakan media sosial untuk berkomunikasi bisa mengurangi efek negatif dari perasaan terisolasi itu. Walau begitu, para ahli menyebutkan bahwa sekolah bisa dibuka lagi, terutama untuk tingkat menengah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Masa remaja, yaitu kelompok usia 10-24 tahun, merupakan periode yang rentan. Di usia ini mereka butuh menghabiskan waktu bersama teman-temannya, ketimbang keluarganya, karena mereka sedang menyiapkan diri untuk kehidupan dewasa.

Dikombinasikan dengan perubahan biologi dan hormonal, masa remaja juga sangat krusial dalam perkembangan otaknya.

Baca juga: Beratnya Aturan di Rumah Saja bagi Remaja

Dalam periode usia ini biasanya juga menjadi periode mulai munculnya masalah kesehatan mental.

“Akibat dari pandemic Covid-19, banyak remaja di seluruh dunia kini berkurang kesempatannya untuk interaksi tatap muka dengan teman-temannya, di periode yang sangat krusial dalam perkembangannya,” kata Prof. Sarah-Jayne Blakemore dari departemen psikologi Universitas Cambridge.

Ia mengatakan, walau karantina di rumah termasuk sementara, tapi bagi remaja beberapa bulan tetap jumlah yang besar dalam kehidupan remaja.

Mengingat terampasnya kehidupan sosial remaja, Blakemore dan timnya menyarankan agar pembuat kebijakan bisa mempertimbangkan aspek kesehatan mental remaja.

Baca juga: Remaja Hobi Selfie, Kapan Perlu Dikhawatirkan?

 



Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X