Hindari, 6 Kesalahan Saat Adu Argumentasi dengan Pasangan

Kompas.com - 16/06/2020, 07:28 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Ketika pasangan mengetahui perasaan kita, maka dia akan lebih berempati.

4. Menunggu waktu bicara daripada mendengar

Secara alami kita pasti ingin merespons dan melindungi diri, namun reaksi ini rentan memicu pertengkaran.

Menurut Mayfield, yang sering terjadi adalah emosi kita ikut meninggi dan terbawa dalam argumentasi lalu melekat pada satu kata atau frasa yang diungkapkan oleh lawan bicara kita.

Baca juga: Melamar Kekasih Bisa di Mana Saja, Bahkan di Tengah Aksi Unjuk Rasa

Kemudian, kita mulai mengembangkan pertahanan diri tanpa mendengarkan keseluruhan argumentasi dari pihak lain.

"Kita cenderung menanggapi sebagian dari apa yang dikatakan dan melewatkan sebagian besar argumentasi tersebut."

"Ini hanya akan membuat ketegangan semakin panjang," ungkapnya.

Fokus mendengarkan apa yang dikatakan orang lain akan membawa kita menjadi lebih terbiasa mengontrol diri, agar tidak terbawa dalam argumentasi yang tidak sehat.

Fokuslah memerhatikan nada bicara, bahasa tubuh, perasaan, dan poin yang lawan bicara ungkapkan.

Kita bisa mengulangi kembali poin-poin itu untuk menegaskan kembali, kita mendengarkannya, kemudian barulah sampaikan argumentasi kita, dan mencari solusinya bersama.

5. Mengambil napas pendek

Ini mungkin terdengar sederhana, namun mengambil napas pendek bisa mengaktivasi sistem dalam tubuh yang memicu pertengkaran.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X