Kompas.com - 17/06/2020, 09:08 WIB
Ilustrasi sepeda shutterstockIlustrasi sepeda

Ada beberapa alasan mengapa banyak orang mengikuti tren “gowes” yang diperkirakan dimulai pada bulan April 2020.

Di seluruh dunia, para pekerja mencari alternatif transportasi yang lebih aman dari pada naik bis atau kereta. Orang juga tidak bisa berolahraga ke gym sehingga mencari aktivitas olahraga lain.

Selain itu, para orangtua juga mencari aktivitas yang bisa dilakukan anak-anaknya selama masa karantina di rumah. Semua kombinasi ini membuat bersepeda jadi aktivitas yang digandrungi di mana-mana.

Baca juga: Amankah Gowes di Luar Ruangan Selama Pandemi?

Sepeda listrik

Tidak hanya sepeda konvensional, kini konsumen juga mencari sepeda listrik atau disebut dengan e-bikes. Sepeda yang bisa digowes dengan kaki ini juga memiliki bantuan listrik yang berasal dari beterai.

Salah satu produsen sepeda listrik dari Belanda, VanMoof, mengatakan ada “permintaan tak terbatas” sejak dimulainya pandemi. Kini konsumen harus menunggu paling cepat 10 minggu sebelum bisa mendapatkan e-bikes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka penjualan sepeda listrik VanMoof naik 138 persen di AS dan meroket sampai 184 persen di Inggris pada bulan Februari- April. Kenaikan juga terlihat di negara-negara Eropa lain.

Lonjakan penjualan juga dialami Cowboy, pembuat sepeda listrik di Belgia. Di Inggris dan Perancis, sepeda ini langsung diburu konsumen pada bulan Mei ketika pemerintah mulai melonggarkan pembatasan.

“Sekarang semakin jelas orang-orang yang tinggal di kota belum mau naik transportasi umum. Sepeda listrik dianggap menjadi solusi kondisi ini,” kata Chief Marketing Officer Cowboy, Benoit Simeray.

Baca juga: Perhatikan, 4 Hal Penting Sebelum Beli Sepeda Baru

Halaman:


Sumber ABCNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X