Kompas.com - 17/06/2020, 10:52 WIB
Ilustrasi zero waste shutterstockIlustrasi zero waste
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pada 2019 yang lalu, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 190.000 ton setiap harinya. Jika masalah tersebut dibiarkan, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) akan melebihi kapasitasnya dan tidak lagi bisa mengatasi sampah-sampah tersebut.

Gerakan zero waste adalah solusi jangka panjang yang lebih mumpuni daripada membuang sampah ke TPA.

Gaya hidup ini kian digandrungi di berbagai negara maju, khususnya mereka yang sudah mulai paham mengenai bahaya kerusakan lingkungan.

Zero waste menjadi populer karena memiliki berbagai manfaat pada lingkup individu maupun masyarakat secara umum. Mengapa bisa demikian?

Apa itu zero waste?

Gerakan zero waste, atau dalam bahasa Indonesianya disebut bebas sampah, adalah suatu upaya konservasi sumber daya yang melibatkan produksi, konsumsi, penggunaan kembali, dan pemulihan produk hingga kemasannya.

Sederhananya, zero waste adalah suatu gerakan untuk tidak menghasilkan sampah dengan cara mengurangi kebutuhan, menggunakan kembali, mendaur ulang, bahkan membuat kompos sendiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alih-alih membuang sumber daya, penganut gaya hidup zero waste bertujuan untuk membuat sistem di mana semua sumber daya dapat dikembalikan sepenuhnya ke alam.

Gerakan ini tidak melibatkan pembakaran dan penimbunan seperti yang umumnya dilakukan pada limbah, sehingga dapat melestarikan dan memulihkan semua sumber daya.

Penerapan upaya bebas sampah ini diharapkan dapat mengeliminasi sampah yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, alam, hewan, maupun planet bumi itu sendiri.

Baca juga: Komunitas Zero Waste Nusantara, Berbagi Gaya Hidup Minim Sampah

Bagaimana menjalankan gaya hidup zero waste?

Gaya hidup zero waste sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dijalani. Sebagai permulaan, kita dapat memulainya dari rumah.

Contohnya, ketika membersihkan dapur, kita dapat memakai kain sebagai alat bersih-bersih daripada tisu. Dengan demikian, kita sudah mengurangi sampah tisu.

Kemudian, ketika berbelanja usahakanlah berbelanja di toko yang berada di sekitar rumah daripada di supermarket besar.

Gunakanlah tas belanja yang dibawa sendiri dari rumah ketika berbelanja. Selain menyokong ekonomi lokal, kita juga mengurangi pemakaian plastik yang berbahaya bagi alam.

Untuk memaksimalkan hidup yang bebas limbah, ada baiknya untuk mengikuti prinsip zero waste yang terdiri dari 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (membusukkan sampah).

Prinsip 5R ini menjadi pegangan untuk membentuk gaya hidup tanpa sampah dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.

Baca juga: 5 Gaya Hidup yang Banyak Manfaatnya bagi Kesehatan dan Lingkungan...

Apa saja manfaat yang didapat dari zero waste?

Gaya hidup bebas limbah atau zero waste memberikan banyak manfaat baik dalam skala individu maupun masyarakat, di antaranya adalah:

1. Dapat menghemat pengeluaran

Dengan menerapkan zero waste, maka kita akan mengurangi frekuensi berbelanja dan lebih sering membuat barang-barang sendiri.

Sebagai contoh, dibanding membeli produk pembersih kaca, kita bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti cuka dan soda kue.

2. Fokus pada produk-produk yang tahan lama

Gaya hidup zero waste akan membuat fokus kita berubah dalam hal berbelanja. Kita akan menjadi cenderung lebih memilih barang-barang yang awet dan tahan lama - baik itu urusan pakaian atau furnitur rumah tangga. Dengan demikian, kita pun bisa semakin menghemat pengeluaran.

3. Tidak ada lagi makanan sisa

Inilah salah satu manfaat terbesar dari penerapan zero waste. Tidak akan ada lagi makanan sisa yang terbuang sia-sia di rumah.

Bagaimana caranya? Tentu dengan membeli makanan secukupnya dan membeli makanan yang tahan lama saja.

4. Meningkatnya kesehatan & turunnya berat badan

Dengan membeli makanan secukupnya, maka kita tidak akan membeli makanan yang sembarangan pula. Makanan bernutrisi akan menjadi pilihan utama sehari-hari.

Dengan demikian, pola makan kita juga dapat berubah menjadi lebih baik. Apabila kita mengalami kelebihan berat badan sebelumnya, berat badan pun dapat turun dengan perubahan pola makan dan diet setelah menerapkan zero waste.

5. Mendukung upaya mengatasi pemanasan global

Dengan menerapkan gaya hidup zero waste, kita turut membantu mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Tentu karena kita tidak banyak membeli makanan-makanan berproses atau cepat saji.

Pasalnya menurut EPA, Badan Perlindungan Lingkungan dari Amerika Serikat, makanan cepat saji berkontribusi terhadap 42% dari total emisi gas rumah kaca di dunia.

Baca juga: Cara Sederhana Hidup Ramah Lingkungan

Negara Swedia merupakan contoh negara yang masyarakatnya telah sukses dalam menerapkan zero waste dalam kesehariannya.

Budaya mendaur ulang sudah mengakar dalam masyarakat Swedia sejak dekade 90-an. Berkat hal ini, pada tahun 2014 hanya 1% dari seluruh sampah dan limbah di seluruh Swedia yang sampai di Tempat Pembuangan Akhir. Sisanya sudah mengalami proses 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Menerapkan zero waste sebagai gaya hidup adalah suatu langkah awal bagi kita untuk melindungi alam yang akan kita wariskan pada anak cucu kita nanti. Yuk dimulai dari sekarang!



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X