Bagaimana Menghindari Paparan Virus Corona di Lift?

Kompas.com - 17/06/2020, 11:27 WIB
Tanda jaga jarak terlihat di lift di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Untuk mendukung kelancaran masa transisi dan mencegah penularan Covid-19, pengelola mal menyediakan hand sanitizer otomatis di beberapa titik mal, pengecekan suhu tubuh di pintu-pintu masuk, dan juga menggalakkan physical distancing kepada para pengunjung. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTanda jaga jarak terlihat di lift di pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020). Untuk mendukung kelancaran masa transisi dan mencegah penularan Covid-19, pengelola mal menyediakan hand sanitizer otomatis di beberapa titik mal, pengecekan suhu tubuh di pintu-pintu masuk, dan juga menggalakkan physical distancing kepada para pengunjung.

KOMPAS.com – Bagi pekerja yang bekerja di gedung tinggi, lift adalah kebutuhan. Namun, karena penularan virus corona masih membayangi, muncul kekhawatiran jika harus berada di lift bersama banyak orang.

Meski kita harus berada di kotak sempit lift bersama orang lain, tak perlu khawatir berlebihan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari paparan Covid-19, yaitu memakai masker, jaga jarak dengan orang lain, dan usahakan jangan menyentuh apa pun.

Ada dua cara Covid-19 menyebar di dalam lift, yakni dari orang yang naik lift atau pun partikel droplet yang berasal dari orang yang terinfeksi dan menempel di permukaan.

Virus corona dapat bertahan di udara dalam hitungan menit sampai satu jam dan berhari-hari di permukaan yang banyak disentuh orang seperti dinding atau tombol lift.

Baca juga: Sambut New Normal, Lift di Bandara Soetta Gunakan Tombol Kaki

Waktu singkat

Rata-rata kita hanya butuh waktu yang singkat naik lift, sehingga risiko penularan patogen pun menjadi rendah. Virus corona cenderung lebih menular jika kita melakukan kontak dengan orang lain dalam waktu lebih lama.

Para pakar juga menegaskan bahwa risiko penularan langsung dari orang lain di dalam lift relatif rendah selama kita menerapkan protokol kesehatan standar.

Penelitian di Korea Selatan mengenai penyebaran virus juga mengungkap bahwa lift bukan tempat paling berbahaya di dalam gedung yang sibuk. Risiko terbesar justru terjadi antar pekerja yang berada di ruangan kerja yang sama.

“Risiko penularan dari naik lift memang rendah, tapi tetaplah melakukan tindakan pencegahan. Selalu gunakan masker atau pelindung wajah,” saran pakar penyakit menular Dr.Simone Wildes.

Baca juga: Berapa Lama Virus Corona Bisa Hidup di Permukaan Benda?

Penelitian baru-baru ini juga membuktikan pentingnya pemakaian masker di masa pandemi. Jika separuh atau lebih populasi menggunakan masker, angka penularan virus akan turun drastis.

Tips lain untuk mengurangi risiko penularan adalah menghindari lift yang penuh, berdiri di sudut berlawanan dengan orang lain, serta jika memungkinkan gunakan tangga sebagai alternatif.

Jangan lupa untuk mematuhi etika di lift, yaitu menutup mulut ketika batuk, bersin, atau pun tidak berbicara dengan suara keras karena hal ini akan membuat droplet lebih banyak keluar.



Sumber ABC News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X