BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan HIT

Cegah Bahaya Nyamuk Demam berdarah, Ibu Bisa Lakukan Ini di Rumah

Kompas.com - 17/06/2020, 11:27 WIB
Ilustrasi nyamuk sedang mengisap darah manusia Dok. ShutterstockIlustrasi nyamuk sedang mengisap darah manusia

KOMPAS.com - Sudah sejak lama demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit yang cukup meresahkan masyarakat. Demam berdarah bisa dikategorikan ke dalam penyakit berbahaya bahkan mematikan.

Pasalnya, sudah lebih dari 50 tahun setelah Indonesia pertama kali terjangkit demam berdarah, penyakit ini belum bisa diatasi. Bahkan, beberapa kali terjadi outbreak DBD yang menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (28/04/2020), berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan di Indonesia sejak Januari hingga 27 April 2020, tercatat ada 49.563 kasus DBD. Dari angka tersebut, sebanyak 310 kasus meninggal dunia.

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini pun tidak memandang korbannya, siapa saja bisa diserang oleh penyakit ini, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

Baca juga: Pemerintah Ingatkan Masyarakat Waspadai Demam Berdarah

Sebenarnya, nyamuk Aedes aegypti sendiri tidak memiliki virus dengue yang menjadi penyebab demam berdarah. Namun, jika ia menggigit orang yang sudah terinfeksi, virus dengue ini akan berada di dalam kelenjar ludahnya.

Selanjutnya, ketika mengisap darah seseorang, nyamuk tersebut juga menyuntikkan air liur ke dalam luka gigitan. Dari sinilah kemudian berpindah tempat, dari air liur nyamuk ke dalam tubuh manusia.

Bahkan, setelah inkubasi virus selama delapan sampai sepuluh hari, nyamuk tersebut akan menjadi pembawa virus selama hidupnya.

Berbeda dengan kebanyakan nyamuk lain, Aedes aegypti menggigit pada waktu tertentu, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari pada waktu 15.00-17.00 WIB.

Baca juga: Kasus DBD: Waktu Aktivitas Nyamuk Aedes aegypti Ternyata Berubah

Namun, tidak menutup kemungkinan nyamuk jenis ini berkeliaran dan menggigit di luar waktu tersebut. Meski dapat membunuh korbannya, umur nyamuk ini hanya bertahan selama sepuluh hari. Paling lama dua sampai tiga minggu saja.

Anda pun dapat membedakan nyamuk Aedes aegypti atau bukan dengan melihat beberapa ciri fisik yang khas, seperti tubuh nyamuk berwarna cokelat kehitaman, ukuran tubuhnya tiga sampai empat sentimeter, serta tubuh dan tungkainya ditutupi sisik bergaris putih keperakan.

Selain itu, nyamuk demam berdarah juga memiliki dua garis vertikal di kanan dan kiri punggungnya. Untuk membedakan nyamuk tersebut jantan atau betina, dapat dilakukan dengan melihat adanya rambut di antena nyamuk. Bila terdapat rambut, berarti nyamuk pejantan.

Dalam penyebaran demam berdarah, nyamuk betina lebih mendominasi. Sebab, darah manusia yang diisap oleh nyamuk betina menjadi bahan untuk mematangkan telurnya. Sekali bertelur, nyamuk ini dapat menghasilkan 200-400 bakal anakan.

Baca juga: 1.459 Kasus DBD Terjadi di Kaltim, 11 di Antaranya Meninggal Dunia

Selanjutnya, nyamuk betina dapat menetaskan telurnya di atas permukaan air. Maka dari itu, tidak heran jika nyamuk demam berdarah ini mampu berkembang biak dengan baik pada genangan air, baik air jernih atau air kotor.

 

Lindungi keluarga dari nyamuk demam berdarah

Nyamuk demam berdarah menyukai tempat yang sejuk dan lembap. Maka dari itu, sejak lama pemerintah telah melakukan sosialisasi untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk ini dengan gerakan 3M.

Pertama yang harus dilakukan adalah menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, dan penampungan air lemari es.

Selanjutnya, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti toren, drum air, dan kendi. Ketiga adalah mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Baca juga: Cara Usir Nyamuk Aedes aegypti Pembawa Virus Demam Berdarah

Tak berhenti di situ, masyarakat juga diharapkan dapat melakukan kegiatan lain. Salah satunya dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Selain rutin membersihkan seluruh rumah, kerja bakti secara berkala di lingkungan tempat tinggal juga dapat mencegah nyamuk demam berdarah berkembang biak.

Langkah sederhana lain untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah juga bisa Anda lakukan. Misalnya saja membuat ruangan menjadi terang. Nyamuk suka sekali dengan tempat yang gelap, karenanya Anda bisa memilih warna cat dinding dan furnitur yang cerah.

Jika Anda masih suka menggantungkan baju bekas pakai, sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini. Gantungan baju menjadi tempat yang nyaman untuk nyamuk bersembunyi dan berkumpul.

Baca juga: Waspada! Kasus DBD Hampir 20 Kali Lebih Banyak Dibanding Covid-19 di Tasikmalaya

Selain itu, pastikan rumah Anda selalu bersih agar nyamuk tidak dapat bersembunyi dan berkembang biak di rumah. Dengan demikian, memungkinkan Anda dan keluarga terbebas dari jenis nyamuk apa pun, termasuk nyamuk demam berdarah.

Nah, jika nyamuk masih mampu menembus celah kecil hingga masuk ke dalam kamar, Anda bisa menyemprotkan HIT Expert Aerosol dengan formula mikropartikel yang efektif membasmi nyamuk bandel.

Aroma fresh citrus, sweet flower, dan blooming tea yang dimiliki produk ini melengkapi keefektifan membunuh nyamuk di dalam rumah. Memiliki teknologi double nozzle, HIT Expert Aerosol mampu memberikan semprotan yang menjangkau lebih luas dan jauh hingga ke sudut rumah sekalipun.

Anda bisa mendapatkan penawaran spesial dari HIT Expert Aerosol dengan membelinya melalui Godrej Indonesia Official Store di Tokopedia.

 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya