Kompas.com - 18/06/2020, 07:35 WIB
Selain menikmati anggrek wisatawan juga bisa belajar serba serbi anggrek, di Orchid Forest, Lembang, Bandung, Rabu (1/7/2018). KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASelain menikmati anggrek wisatawan juga bisa belajar serba serbi anggrek, di Orchid Forest, Lembang, Bandung, Rabu (1/7/2018).

KOMPAS.com – Bagi para penikmat wisata alam, mungkin pernah mendengar Orchid Forest Cikole di Lembang, Bandung.

Tempat wisata dengan konsep nomadic tourism ini kembali dibuka setelah berhenti beroperasi sejak 31 Maret 2020, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Meski telah dibuka kembali, Orchid Forest tetap mewaspadai penularan virus corona. Karena itu, tempat wisata tersebut menyediakan masker gratis untuk para pengunjung.

Baca juga: Tips Bersepeda Aman di Masa Pandemi Covid-19

CEO sekaligus Founder Orchid Forest Cikole, Barry Akbar mengaku, selain masker, pengunjung akan dicek suhu tubuh sebelum diperbolehkan masuk ke lokasi.

“Kami juga memastikan social distancing dengan adanya walking space yang dipermudah dengan penandaan di jalur publik dan area duduk,” tutur dia saat dihubungi Selasa (16/6/2020) lalu.

Begitupun dalam hal pembayaran, tempat ini lebih mengutamakan transaksi non tunai untuk mengurangi kontak fisik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orchid Forest berada di lahan seluas 11 hektare yang merupakan taman wisata perpaduan konsep edu-tourism, eco-tourism, dan sport-tourism.

Baca juga: Industri Berlian Kelebihan Pasokan di Tengah Pandemi Covid-19

Konsep tersebut dibalut suasana keindahan alam hutan pinus serta pesona anggrek spesies dan hybrid. Tentu, tempat ini sangat sejuk dan dingin.

Keunikan lainnya dari tempat wisata ini adalah permainan lighting di malam hari yang romantis.

Cahaya warna-warni menyorot ke arah batang-batang pinus yang berusia ratusan tahun.

Ada garden of light, instalasi taman lampu yang interaktif, mirip bunga yang berganti-ganti warna.

Ada juga wood bridge, jembatan gantung 150 meter yang menyala di malam hari. Pengunjung bisa berselfie di tempat ini pada siang atau pun malam hari.

Baca juga: 5 Tips Penting Sebelum Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satu pilihannya adalah berfoto di taman neon dan teras paphio. Unggulan dari tempat wisata ini tentunya, Orchid House, tempat pembudidayaan anggrek.

Ada beragam anggrek di sini, mulai dari Peru, Amerika Serikat, Filipina, dan lainnya.

Bahkan, beberapa di antaranya merupakan angrek langka. Orchid Forest juga membudidayakan bunga bangkai.

“Berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dengan suhu 17-20 derajat celcius, menjadikan tempat ini ideal bagi kehidupan flora khususnya anggrek,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.