Kompas.com - 18/06/2020, 08:33 WIB
Pipa yang diubah warga menjadi tempat menanam sayuran KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIPipa yang diubah warga menjadi tempat menanam sayuran

KOMPAS.com – Keterbatasan lahan di perkotaan seharusnya tidak menjadi kendala rumah tangga memenuhi kebutuhan pangannya.

Apalagi setelah urban farming digelorakan beberapa tahun belakangan, termasuk di Kota Bandung.

Tak sedikti warga yang mulai melakukan hobi ini, dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai sayuran, seperti kangkung, bawang, hingga wortel.

Baca juga: Menanam Hidroponik Tak Harus Mahal yang Penting Konsisten

Hasil panennya, meski masih kecil, namun cukup membantu untuk membantu pemenuhan kebutuhan sayur keluarga.

Apalagi, di masa pandemi Covid-19, ketika distribusi pangan dan banyak aspek kehidupan lainnya menjadi terganggu.

“Saya nanam cabe, bawang daun, tomat, kangkung, dan terong. Kalau butuh, tinggal petik aja. Malah kalau sedang banyak, saya bagikan ke tetangga,” ujar Irna, warga Riung Bandung, Selasa (16/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Urban farming, sambung Irna, tidaklah sulit. Modalnya hanya niat dan keinginan kuat untuk merawat tanaman tersebut.

Sebab, segala kebutuhan -mulai dari bibit hingga media tanam, sangat mudah diperoleh.

Apalagi kini ada jaringan YouTube ataupun Google, yang memungkinkan siapa pun mencontoh konten-konten yang sudah ada.

Baca juga: Mengenal Microgreens, Solusi Menanam Jika Tak Punya Lahan

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengakui, hingga kini belum ada kajian detail tentang manfaat urban farming.

Namun, hasil kajian beberapa waktu lalu menyebutkan, urban farming mengurangi 5-6 persen ketergantungan masyarakat terhadap produk pangan dari luar Kota Bandung.

“Tentunya kajian ini harus diperbaharui dan ditinjau ulang,” tutur dia.

Budikdamber

Saat ini, selain pertanian, urban farming di Kota Bandung semakin dikembangkan ke arah budidaya ikan air tawar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar, Herawanto mengungkapkan, budidaya tersebut menggunakan konsep aquaponic sederhana.

Program ini dinamakan Budi Daya Ikan dalam Ember (Budikdamber), berupa ikan lele yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran kangkung.

“Selain masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein dan nabati secara mandiri, dalam skala lebih besar, urban farming dapat dijadikan sumber penghasilan untuk menopang konsumsi dan kesejahteraan masyarakat,” tutur dia.

Baca juga: Manfaat Menanam Pohon untuk Diri Sendiri dan Anak Cucu

Urban farming ini pun menjadi bagian dari Kampung Inflasi Kota Bandung.

Intinya, memanfaatkan lahan terbatas Kota Bandung menjadi lahan pertanian produktif hijau.

Herawanto mengungkapkan, pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.

Dari sisi inflasi, Jawa Barat pada Mei 2020 mencatat deflasi 2,93 persen (year on year-year-YOY). Sementara Kota Bandung mencatat deflasi 2,50 persen (YOY).

Walau tercatat deflasi, persoalan inflasi perlu disikapi dengan langkah-langkah berkelanjutan.

Sehingga, kata dia, daya beli masyarakat yang turun sebagai dampak dari pandemi dapat diimbangi dengan ketersediaan pangan yang memadai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.