Kompas.com - 18/06/2020, 08:44 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Perlu pula diingat, bahwa pada kenyataannya, orangtua tidak akan selalu ada untuk selalu membela dan menghibur setiap kali dia berbuat kesalahan atau menghadapi kegagalan. 

"Jadi, adalah cara yang bijaksana untuk membantu anak mengelola harapan, dan belajar cara mengatasi kegagalan dan kesalahan itu," sebut dia.

Hal-hal yang tidak terduga dan tidak menyenangkan bisa terjadi kapan saja. Pada saat yang sama, orangtua pun tak dapat selalu mengantisipasi atau mencegahnya.

"Orangtua dapat mengurangi beban tersebut dengan menjaga antisipasi dalam kadar yang tetap masuk akal," sebut dia.

Sekali pun segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, anak akan memahami dan belajar bahwa kekecewaan adalah bagian dari kehidupan.

Jadilah teladan

Bagaimana orangtua menangani kegagalan dan kesalahan juga merupakan yang sangat penting.

Baca juga: 8 Bahaya Dehidrasi pada Anak, Cegah Sebelum Terlambat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, anak -khususnya usia prasekolah, akan mengamati setiap gerakan orangtua.

Jika orangtua menunjukkan tanda-tanda ketidakmampuan untuk mengatasi stres, anak pun  akan memerhatikannya.

“Jadi, jelaskan bahwa tidak apa-apa untuk gagal dan membuat kesalahan, sambil membagikan bagaimana kita pun juga gagal - dan berusaha bangkit,” kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.