Produk Fesyen yang Paling Banyak Dicari Selama Pandemi

Kompas.com - 18/06/2020, 16:58 WIB
Merek fesyen omnichanel Pomelo menyebut, minat belanja busana tetap bertahan sejak munculnya pandemi.
Dok PomeloMerek fesyen omnichanel Pomelo menyebut, minat belanja busana tetap bertahan sejak munculnya pandemi.

KOMPAS.com – Selama pandemi pengeluaran untuk berbelanja produk-produk fesyen ternyata tidak berhenti. Walau hanya berada di rumah saja, ternyata konsumen wanita di Indonesia tetap merasa butuh tampil gaya dan menarik.

Merek fesyen omnichanel Pomelo menyebut, minat belanja busana tetap bertahan sejak munculnya pandemi.

Beberapa situs e-commerce juga melaporkan kenaikan penjualan pakaian, terutama modest wear, selama bulan Ramadhan dan menjelang lebaran.

Blazer menjadi item fesyen yang paling banyak dicari oleh konsumen wanita di Indonesia.Dok Pomelo Blazer menjadi item fesyen yang paling banyak dicari oleh konsumen wanita di Indonesia.
Dari data pelanggan Pomelo yang berada di Indonesia, Thailand, dan Singapura, terungkap ada peningkatan penjualan produk perawatan diri. Misalnya saja untuk produk perawatan kulit dan mandi terjadi kenaikan penjualan online hingga 13 kali dan produk skin care naik empat kali lipat.

Sementara itu, kebutuhan akan pakaian olahraga juga meningkat hingga lima kali, baik untuk kategori sport wear atasan atau bawahan.

Konsumen Pomelo di Indonesia paling banyak mencari produk blazer, dress, jumpsuit, rok, dan bawahan.

Mayoritas juga mencari busana motif tie-dye dan floral. Busana bermotif dengan kombinasi warna kain yang terang dan berani memang sedang menjadi tren.

Untuk pilihan warna, ternyata warna-warna klasik seperti hitam, pink, putih, biru, dan nude, paling banyak dicari. Di tengah ketidakpastian seperti saat ini, warna-warna tersebut mungkin mampu membawa aura positif dan ketenangan.

Baca juga: Gaya Berbusana Terpengaruh Situasi Pandemi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X