Kompas.com - 18/06/2020, 22:12 WIB

Perubahan gaya hidup

Mencapai ereksi akan melibatkan banyak sistem di tubuh kita, termasuk saraf, sirkulasi darah, dan otot.

Karena alasan tersebut, kondisi terkait gaya hidup yang tidak sehat, seperti penyakit jantung dan obesitas, dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi lebih besar.

"Jangan pikirkan penis secara terpisah," kata Brant, "masalah penis mungkin mewakili masalah kesehatan secara umum."

Guna meningkatkan fungsi ereksi, kita wajib mengubah gaya hidup yang akan meningkatkan kesehatan pembuluh darah, saluran yang membawa darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk penis.

Brant merekomendasikan tiga perubahan gaya hidup yang membantu mengobati disfungsi ereksi, yaitu:

1. Sering berolahraga

Saat kita berolahraga, tubuh menghasilkan lebih banyak nitric oxide, senyawa yang menyebabkan otot-otot di pembuluh darah menjadi rileks, memungkinkan darah mengalir lebih bebas.

Hal ini memungkinkan penis untuk lebih mudah ereksi dan bertahan lebih lama.

Sebuah ulasan pada tahun 2018 menemukan, aktivitas fisik dapat secara signifikan meningkatkan disfungsi ereksi, dan para ahli merekomendasikan melakukan olahraga 40 menit empat kali per minggu untuk hasil terbaik.

Baca juga: Disfungsi Ereksi? Jangan-jangan Genetik Penyebabnya

2. Berhenti merokok

Jika kita merokok, kita memiliki kemungkinan nyaris dua kali lipat mengalami disfungsi ereksi daripada mereka yang tidak merokok.

Sebab, bahan kimia dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah kita, yang dikenal sebagai endotelium. Endothelium menghasilkan oksida nitrat, dan tanpa jumlah endothelium yang memadai, sulit bagi darah untuk mengalir ke penis.

3. Mengurangi konsumsi alkohol

Minum alkohol dalam jumlah rendah hingga sedang - kurang dari 14 gelas per minggu - tidak akan meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Namun, jika kita minum melebihi jumlah tersebut dalam jangka waktu lama, kita akan kesulitan menjaga ereksi.

Ini karena alkohol melebarkan pembuluh darah kita, sehingga darah mengalir ke penis namun juga membiarkannya mengalir keluar, membuat penis menjadi lembek.

Baca juga: Hei Lelaki, Pahamilah Penyebab dan Gejala Disfungsi Ereksi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.