Kompas.com - 19/06/2020, 07:50 WIB

Mereka lalu mengikat golongan darah dengan kemungkinan risiko tadi.

Namun, dalam penelitan genetik semacam ini dibutuhkan data yang jauh lebih besar. Jadi, penting untuk melihat apakah ilmuwan lain dapat melihat kelompok pasien lain dengan temuan serupa.

"Ini untuk melihat apakah mereka menemukan hubungan yang sama," kata Topol.

Banyak peneliti telah mencari petunjuk mengapa beberapa orang yang terinfeksi virus corona menjadi sangat sakit dan yang lain, tergolong biasa.

Menjadi lebih tua atau menjadi laki-laki tampaknya meningkatkan risiko. Dan, para ilmuwan telah melihat gen sebagai "faktor" yang mungkin memengaruhi keparahan penyakit tersbeut.

Ada empat jenis darah utama - A, B, AB dan O - dan itu ditentukan oleh protein pada permukaan sel darah merah.

Baca juga: Siapa yang Paling Rentan Sakit Parah Akibat Covid-19?

Demikian penjelasan Dr. Mary Horowitz, Kepala peneliti di the Center for International Blood and Marrow Transplant Research.

Orang dengan golongan darah O lebih mampu mengenali protein tertentu, dan hal itu mungkin meluas ke protein pada permukaan virus.

Selama wabah SARS -yang disebabkan oleh "sepupu genetik" dari virus corona yang menyebabkan pandemi saat ini, tercatat bahwa orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya untuk menderita penyakit parah.

Golongan darah juga dikaitkan dengan kerentanan terhadap beberapa penyakit menular lainnya, termasuk kolera, infeksi saluran kemih berulang dari E. coli, dan serangga bernama H. pylori yang dapat menyebabkan bisul dan kanker perut.

Demikian disebutkan Dr. David Valle, Direktur Institut Kedokteran Genetik di Universitas Johns Hopkins.

"Jadi, ini adalah studi provokatif. Dalam pandangan saya layak diterbitkan dan keluar, tetapi itu perlu verifikasi pada lebih banyak pasien," tegas Valle.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.