Kompas.com - 22/06/2020, 09:29 WIB
Sepeda Kreuz buatan tangan asal Bandung KOMPAS.com/RENI SUSANTISepeda Kreuz buatan tangan asal Bandung

KOMPAS.com – Tren bersepeda kini sedang memuncak di kota-kota besar Indonesia.

Jika dulu pernah ada tren sepeda fixie, lalu sepeda roadbike, dan sepeda klasik, hingga sepeda lipat, kini yang terjadi berbeda.

Tren yang muncul dan membuat banyak toko serta bengkel sepeda di mana pun kewalahan melayani konsumen adalah karena fenomena yang terjadi adalah tren bersepeda, tak peduli jenis sepedanya.

Baca juga: Kreuz, Sepeda Brompton Made in Bandung yang Laris Manis

Beragam sepeda pun meramaikan jalan-jalan kota. Lihat saja pentauan terbaru di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Minggu (21/6/2020) ketika ajang car free day kembali digelar.

Hanya sepeda -dari beragam model dan bentuk, yang terlihat memadati ruas jalan utama di Kota Jakarta tersebut. Penuh, padat, dan mengular.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by agushermawan (@abah_ush) on Jun 21, 2020 at 2:41am PDT

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, di sisi lain toko-toko dan bengkel sepeda pun kebanjiran order perbaikan sepeda. Akibatnya, seringkali sepeda yang hendak diservis pun harus menginap dan tak bisa ditunggu.

"Wah, lagi rame banget om, paling sepedanya ditinggal ya, karena sepeda yang servis lagi banyak," ujar Erpi, salah satu teknisi di toko sepeda dalam jaringan Rodalink.

Baca juga: [VIDEO] Kreuz, Sepeda “Brompton” Buatan Bandung

Hal serupa terjadi di sebuah bengkel sepeda di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Di sana, sepeda yang akan diservis akan ditampung, dan harus menunggu hingga waktu sekitar seminggu.

Kondisi tersebut mungkin dapat menggambarkan betapa tingginya antusiasme warga dalam bersepeda dalam beberapa waktu terakhir.

Jika sudah begitu -maka tentu saja, kemampuan untuk merawat dan -bahkan memperbaiki sepeda sendiri menjadi keuntungan.

Merawat sepeda

Seperti halnya barang-barang lainnya, agar sepeda awet dan tetap nyaman digunakan, si pemilik tentu harus merawat sepeda dengan baik.

Baca juga: Enggak Tega Beli Brompton? Coba Lirik Sepeda-sepeda Ini...

Pemilik merek sepeda lipat Kreuz, Yudi Yudiantara mengatakan, hal pertama yang harus dicek rutin adalah bagian rem, pedal, hingga bagian kunci penyambung -untuk sepeda lipat.

“Kalau ada yang kering, kasih stempet. Kalau rantai mulai kering, kasih pelumas,” ujar Yudi di Bandung, belum lama ini.

Selain itu, jika habis terkena hujan, bilaslah sepeda dengan air dan keringkan, sebelum menyimpannya. "Jika tidak, sepeda akan mudah berkarat," sebut dia.

Dia juga mengatakan, saat membersihkan sepeda, hindari penggunaan sabun. Sebab sabun akan menghilangkan pelumas yang ada pada beberapa bagian sepeda.

Kemudian keringkan cepat setelah dibersihkan. “Kalau tidak terlalu kotor, cukup dilap saja,” ungkap dia.

Baca juga: Mengapa Harus Pakai Sepeda Semahal Brompton, Tren atau Kebutuhan?

Nah, bila sepeda sudah jarang digunakan, sebaiknya simpan dengan cara digantung. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan pada ban.

Kemudian, untuk sepeda yang sudah lama tak dipakai, dan akan digunakan lagi, maka ban menjadi bagian yang pertama kali harus dicek.

"Sebab lama-lama ban akan kempes kalau tidak digunakan. Kalau dipaksa akan makin rusak,” sebut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.