Kompas.com - 22/06/2020, 11:40 WIB
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIADirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menunjukkan kepada awak media onderdil atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal yang diselundupkan di pesawat baru milik Maskapai Garuda Indonesia berjenis Airbus A330-900 NEO di Jakarta, Kamis (5/11/2019).

Pertambahan harga itu masih tergolong wajar, mengingat biaya pengiriman, pajak dalam negeri, dan tentu saja laba bagi si penjual.

Namun, saat tren bersepeda pecah seperti saat ini, Explore "2nd" pun ditawarkan seharga Rp 80 juta, bahkan ada yang memasang harga Rp 100 juta.

Untuk varian CHPT3, harga yang ditawarkan sudah melampaui Rp 100 juta, dan bahkan ada yang menjual Rp 200 juta.

Contoh lainnya, Brompton seri kolaborasi dengan rumah mode Barbour, Inggris. Dengan promo collectible item, sepeda keluaran 2017 laku terjual seharga Rp 120 juta oleh konsumen Tanah Air.

Lalu, Brompton hijau racing green, yang disebut langka karena warna tersebut sudah tak diproduksi lagi, menemukan pembeli di harga lebih dari Rp 200 juta hanya dalam tempo kurang dari 24 jam sejak iklan dipasang.

Setidaknya, demikianlah hasil pantauan Kompas.com di sejumlah akun penjual Brompton yang ada di media sosial.

Padahal, sebagai catatan, secara fisik dan spesifikasi, perbedaan Brompton yang satu dan yang lain biasanya hanya pada warna dan jumlah percepatan.

Kalaupun ada penggunaan material titanium pada bagian triangle dan fork, harga wajarnya tak terpaut jauh dari seri klasik.

Lalu, ada pilihan terbaru yang menggunakan tenaga listrik, tetapi varian ini masih kurang populer di Tanah Air.

Selebihnya, setiap sepeda Brompton dibuat dengan material dan struktur yang sama. Artinya, tak ada perbedaan signifikan dalam struktur dan material antara yang klasik ataupun versi limited edition.

Baca juga: Kreuz, Sepeda Brompton Made in Bandung yang Laris Manis

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X