Kompas.com - 22/06/2020, 14:03 WIB

"Karena jalanan di Kota Roma sebagian paving blok, maka perlu sepeda lipat yang teruji kekuatannya di jalanan kasar. Itu sebabnya saya pilih Brompton, bukan karena sekedar ikutan mode," cetus dia.

Baca juga: Enggak Tega Beli Brompton? Coba Lirik Sepeda-sepeda Ini...

Nah, pengalaman yang terjadi pada Sabtu siang sempat membuat Olan tertegun. 

Sesaat setelah dia memarkir sepeda -dengan cara melipat roda belakang, seorang pria sesama penggemar burung menghampirinya.

Pria itu terlihat terkagum-kagum dengan penampakan sepeda yang juga dilengkapi tas depan berwarna senada di bagian depan.

Lelaki itu jongkok, sambil mengusap-usap permukaan sepeda, termasuk ban-ban kecil yang dipakai untuk menyeret sepeda saat dilipat.

Wah ini Brompton yang baru ya?” kata lelaki itu beberapa saat kemudian.

Olan pun tersenyum dan sempat merasa bangga, karena sepeda koleksinya mendapat apresiasi dari orang lain.

“Yang buatan Bandung ya? Cakep," kata pria itu lagi.

Mendengar kalimat itu, senyum di wajah Olan sirna. "Terus harus gimana dong? Pasti ini gara-gara tulisan di Kompas.com," batin Olan.

Tanpa menunggu lama, Olan menjawab pria itu, “iya, ini Brompton.”

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X