Kompas.com - 24/06/2020, 14:20 WIB
Olahraga mengenakan masker. SHUTTERSTOCKOlahraga mengenakan masker.

Dia menulis pendapatnya tentang penggunaan masker dalam berolahraga bersama mahasiswa pascasarjana-nya, Jessica Hamuy Blanco.

"Hindari material kertas dan masker bedah untuk berolahraga," kata dia.

Sebab, material semacam itu akan lebih cepat basah terkena keringat, dan saat dipakai menjadi filter pernafasan, fungsinya akan berkurang.

Janse mengatakan, kemampuan masker untuk memblokade kuman akan menurun saat dalam keadaan basah.

Selain itu, masker kain katun juga mudah lembap. Masker kain yang terbuat dari bahan bernapas atau sintetis yang seharusnya bisa mengurangi penumpukan kelembapan.

"Namun, pilihlah model yang memiliki dua lapis kain atau kurang,” kata dia.

Hal ini penting untuk menghindari overheating di wajah, dan potensi kain menghambat pernapasan.

Baca juga: Mitos Fakta Memakai Masker untuk Beraktivitas di Era New Normal

Lalu, beberapa olahraga mungkin lebih nyaman menggunakan buff, untuk dijadikan sebagai masker.

Masker yang sebenarnya adalah kain pelindung leher itu, bisa ditarik ke atas untuk menutupi hidung dan mulut, namun tetap membuat bagian bawah dagu terbuka.

Kondisi tersebut bisa menambah asupan udara yang dibutuhkan ketika beraktivitas fisik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X