Bersepeda dan Olahraga Terbukti Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

Kompas.com - 25/06/2020, 22:34 WIB
ilustrasi bersepeda Stewart Cohenilustrasi bersepeda

KOMPAS.com - Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Current Biology menunjukkan, walaupun kita lebih banyak tidur di tengah-tengah pandemi virus corona, belum tentu kita memiliki kualitas tidur yang baik.

Berolahraga setiap hari, terutama di luar ruangan, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Selama pandemi, beberapa dari kita mungkin bekerja dari rumah, tak mengantar anak-anak ke sekolah, dan harus beraktifitas di pagi hari. Hal ini bisa menjadi kesempatan untuk mengejar ketertinggalan tidur selama ini.

Baca juga: Awas, Jangan Sepelekan Ngos-ngosan Saat Bersepeda

Untuk memahami efek seruan untuk tinggal di rumah saja pada ritme dan perilaku tidur, peneliti Swiss merekrut 435 orang yang mencatat durasi tidur mereka dan persepsi kualitas tidur melalui survei online untuk studi yang dijalankan selama enam minggu.

Sekitar 85 persen dari orang-orang itu bekerja dari rumah selama masa penelitian.

Tiga perempat peserta melaporkan tidur hingga 50 menit lebih lama daripada yang mereka lakukan sebelum pandemi.

Para peneliti mengatakan, ini kemungkinan hasil dari lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk pulang pergi ke tempat kerja, tetapi juga efek dari apa yang mereka sebut social jetlag.

Itu berarti orang lebih mampu mengatur jadwal tidur mereka sesuai dengan sinyal biologis internal daripada isyarat eksternal, seperti tidur larut setelah bersosialisasi di malam hari.

Peserta juga melaporkan masalah kualitas tidur, seperti terbangun di malam hari dan tidak bisa kembali tidur, terganggu oleh kebisingan, merasa segar di pagi hari, kelelahan siang hari, dan kepuasan tidur.

Sayangnya, lebih banyak tidur tidak dibarengi dengan lonjakan kualitas tidur yang berkualitas, demikian menurut penulis studi utama Christine Blume, Ph.D., seorang ilmuwan tidur di Center for Chronobiology di Basel, Swiss.

Dia mengatakan bahwa kualitas tidur sebenarnya sedikit menurun, dan untuk beberapa peserta, mereka kurang tidur dari sebelum masa lockdown.

"Ini tidak mengherankan, mengingat bahwa kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dikaitkan dengan peningkatan yang cukup besar dalam beban yang dirasakan sendiri," katanya.

"Secara umum, kualitas tidur tidak sama dengan durasi tidur, meskipun durasi adalah aspek dari itu,” imbuhnya.

Baca juga: Waspadai, Kurang Tidur Picu Gangguan Kesehatan Serius

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X