Tak Ada Alternatif Rokok yang Lebih Sehat Selain Berhenti

Kompas.com - 28/06/2020, 11:44 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi


KOMPAS.com - Produk rokok elektronik diklaim sebagai alternatif yang lebih sehat dari rokok tembakau. Padahal, tak ada pengganti yang lebih sehat selain berhenti merokok.

Rokok elektronik atau vape sama sekali tidak menyelesaikan masalah karena juga mengandung nikotin dan karsinogen sehingga sama berbahayanya dengan rokok konvensional.

Kandungan nikotin tersebut juga memberikan dampak ketagihan dan dampak jangka panjang yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Selain itu, di dalam nikotin juga terdapat nitrosamin, yakni senyawa karsinogen yang dapat memicu kanker.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Jerman disebutkan, mengisap rokok konvensional dan vape nikotin sama-sama memperburuk kesehatan jantung dan paru.

"Tak perlu diragukan lagi bahwa berhenti merokok adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit pernapasan dan penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh rokok," kata Thomas Munzel, dokter jantung dan ketua penelitian.

Baca juga: Bagaimana Rokok dan Vape Meningkatkan Risiko Virus Corona

Di masa pandemi ini penggunaan produk-produk tembakau adapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular terkait Covid-19 dan komplikasi berat lainnya pada perokok dan pengguna vape.

Dalam penelitiannya, Munzel meninjau data dari berbagai penelitian. Mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan tidak merokok sama sekali, merokok konvensional atau elektronik meningkatkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

PPOK merujuk pada berbagai penyakit kombinasi antara bronkitis dan emfisema yang merusak saluran pernapasan sehingga dinding pernapasan menyempit dan bengkak. Dalam banyak kasus, penyakit ini tidak bisa disembuhkan.

Organsisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan peringatan bahwa merokok tembakau dan merokok pipa bisa memperburuk gejala akibat infeksi Covid-19, termasuk membutuhkan ventilator dan dirawat di ICU.

"Walau rokok elektronik terlihat kurang berbahaya dibanding rokok tembakau, tapi ada banyak bukti yang menyebutkan efek sampingnya pada jantung, paru, dan pembuluh darah. Rokok jenis ini juga meningkatkan risiko infeksi Covid-19," tulis peneliti dalam laporannya di European Heart Journal.

Baca juga: 5 Alasan Kamu Harus Berhenti Merokok Mulai Hari Ini

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X