Ingin Tidur Nyenyak? Carilah Pasangan

Kompas.com - 29/06/2020, 09:51 WIB
Ilustrasi tidur dengan pasangan Ilustrasi tidur dengan pasangan

KOMPAS.com – Idealnya kita bisa langsung tertidur setelah naik ke kasur. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, walau tubuh merasa lelah tapi mata tetap sulit terpejam. Salah satu temuan studi menyebut, memiliki pasangan bisa membantu kita tidur nyenyak.

Menurut penelitian di Jerman, pasangan yang bahagia cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Mereka juga bisa tidur nyenyak sepanjang malam dengan gangguan fase tidur REM (rapid eye movement) lebih sedikit.

Fase tidur REM adalah terjadi pada 70-90 menit pertama setelah kita tertidur, dan terulang lagi setiap 90 menit pada tiap tahapan. Ini adalah periode saat kita bermimpi.

Fase tidur ini sangat penting agar tubuh berfungsi optimal dan terkait dengan kemampuan pengaturan emosi, konsolidasi memori, serta proses pemecahan masalah secara kreatif.

Dalam penelitian yang dilakukan Dr.Henning Drews dari Jerman diketahui, pasangan yang punya hubungan yang akur cenderung memiliki fase tidur REM lebih banyak dibanding dengan saat mereka tidur terpisah.

Baca juga: Bersepeda dan Olahraga Terbukti Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

Tidak hanya itu, Drews dan timnya menemukan bahwa pola tidur masing-masing juga menjadi sinkron. Dengan kata lain, salah satu akan mengikuti pola tidur pasangannya.

Drews menjelaskan, ada dua alasan mengapa tidur bersama pasangan lebih nyenyak. Pertama, kehadiran pasangan akan membantu menstabilkan suhu tubuh yang dibutuhkan agar mata cepat terpejam.

“Alasan lainnya adalah kenyamanan psikologi. Merasa rileks dan lingkungan dirasa aman dapat memicu tidur nyenyak dan ini kita dapatkan saat tidur di samping pasangan,” katanya.

Ia mengatakan, pasangan yang hubungannya kurang baik, misalnya salah satunya merasa terancam oleh pasangannya, tidak akan mendapatkan manfaat serupa.

Bagaimana dengan yang lajang dan ingin mendapatkan kualitas tidur yang baik?

“Ciptakan kebiasaan tidur yang baik setiap malam dengan membuat lingkungan yang mendukung di kamar. Ini berarti tidak ada aktivitas yang membuat kita merasa stress sebelum tidur, ruangannya tenang, dan lampu tidak terlalu terang,” sarannya.

Baca juga: Meski Bikin Ngantuk, Alkohol Justru Berefek Buruk pada Kualitas Tidur

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X