Kompas.com - 29/06/2020, 16:06 WIB
. REPRO BIDIK LAYAR VIA IG @sophia_latjuba88.

KOMPAS.com - Beberapa waktu belakangan, toko-toko sepeda tengah ramai dikunjungi oleh pembeli.

Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga berbagai negara di dunia.

Seminggu terakhir gencar pemberitaan tantang melambungnya harga sepeda lipat buatan Inggris, Brompton, yang harganya terkesan tak masuk akal.

Namun, ternyata fenomena "menggoreng" harga ini tak hanya terjadi pada sepeda Brompton, Element -produsen dalam negeri yang banyak membuat sepeda lipat, pun mengalaminya.

Baca juga: Enggak Tega Beli Brompton? Coba Lirik Sepeda-sepeda Ini...

Terlihat, akibat banyaknya permintaan, banyak toko mulai kehabisan stok. Kelangkaan sepeda tak dapat dihindari. 

Konsumen pun gencar menyuarakan keluhan bahkan tuduhan, tentang toko-toko yang mengambil keuntungan dengan menaikkan harga sepeda berkali-kali lipat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sebuah foto yang diunggah di akun Instagram  @elementbikeid, Sabtu (20/6/2020) lalu, seorang netizen mengungkapkan kekecewaan soal permainan harga sepeda Element.

"Makin lama sepeda makin langka dan mahal, kalau pun release pasti rare banget toko-toko juga mainin harga adeehh," demikian komentar akun @lokersulawesi.id dalam unggahan tersebut.

Akun @rangga_indarto juga memberikan tanggapan senada di unggahan @elementbikeid pada hari Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Beli Brompton Rp 250 Juta? Mikir, Mending Jalan-jalan ke London...

"Langsung pasang harga aja biar gak kebanyakan di goreng harganya, lama-lama nanti orang jadi males beli."

"Yak pinter nih produksi di-tahan2 wkwk supaya demand makin tinggi harga makin meroket," tuding akun @panjiyudhaa.

Sebagai gambaran umum, sepeda Element dijual dalam rentang harga yang jelas di situs web mereka.

Misalnya, Element Nicks 20" dibanderol seharga Rp 4,45 juta, untuk Element Ecosmo Z8 "Black Panther" Edition seharga  Rp 4,25 juta, dan Element Troy "Bike to Work" hargnya Rp 4,35 juta.

Namun ketiga contoh produk tersebut umumnya telah ludes dan langka di pasaran. Kalaupun masih ada, maka harganya akan naik menjadi lebih mahal.

Baca juga: Ramai Brompton, Sophia Latjuba Pilih Sepeda Ecosmo Edisi Spesial

Di akun Instagram @elementbikeid, Hendra, selaku CEO PT Roda Maju Bahagia produsen sepeda Elementangkat bicara untuk menanggapi kabar tersebut.

"Halo, ini permintaan sepeda sedang tinggi-tingginya loh dan saya dapat info banyak penjual nakal yang memanfaatkan momen seperti ini, mereka menjual sepeda dengan harga yang gak masuk akal."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Element Bike Official (@elementbikeid) on Jun 27, 2020 at 6:32am PDT

"Tolong diingatkan sekali lagi untuk penjual-penjual nakal segera kita tindak lanjuti."

"Dan tolong sampaikan kepada seluruh sobat gowes mohon maaf kita punya batas dalam kapasitas produksi, ini alasannya kita tidak bisa memproduksi melebihi kapasitas."

"Mohon pengertiannya."

"Pokoknya kita tidak memanfaatkan momen seperti sekarang ini untuk menaikkan harga, kita tetap menjaga harga dan kualitas agar terus stabil," tulis Hendra.

"Penjual nakal yang memanfaatkan momen harus kita tindak lanjuti, kalau masih berlanjut seperti itu konsekuensinya kita tidak akan support lagi untuk stok unit Element berikutnya, camkan!"

"Kita harus tetap semangat agar kebutuhan warga Indonesia untuk bersepeda dapat terpenuhi!" demikian pernyataan Hendra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.