KILAS

Catat, Langkah-langkah untuk Cegah Stunting pada Anak

Kompas.com - 30/06/2020, 16:53 WIB
Bayi yang sedang melewati fase pertumbuhan (Dok. Shutterstock) shutterstockBayi yang sedang melewati fase pertumbuhan (Dok. Shutterstock)

KOMPAS.com - Kondisi stunting bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang karena mempunyai efek jangka panjang. Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki perawakan pendek.

Pada anak yang terkena stunting, daya tahan tubuh menjadi lemah sehingga rentan terkena penyakit.

Selain mempunyai perawakan pendek, penderita biasanya juga mempunyai masa otot yang lebih kecil. Lebih jauh lagi, stunting juga berdampak pada kemampuan intelektual seseorang.

Mencegah stunting harus mulai dilakukan dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini karena kondisi stunting yang bersifat tidak dapat diubah, terutama setelah anak mencapai usia dua tahun.

Walaupun sekarang sudah ada metode catch-up growth untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan, namun Menurut Food Policy Research Institute, keberhasilan metode ini masih sangat kecil, apalagi tanpa adanya perbaikan dari faktor lingkungan. Oleh karenanya langkah pencegahan adalah solusi terbaik.

Para Generasi bersih dan sehat (Genbest) tidak ingin hal tersebut terjadi kepada sang buah hati tercinta bukan? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting pada 1.000 HPK anak.

1. Pemenuhan gizi calon ibu dan ibu hamil

Pemenuhan gizi calon ibu dan ibu hamil merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya stunting. Ini karena HPK sangat berkaitan dengan pemenuhan gizi di awal kehidupan.

Pastikan calon ibu atau ibu hamil sehat juga mendapatkan asupan gizi yang cukup. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko anak mengalami stunting.

2. Pemberian ASI eksklusif

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X