Facebook Diboikot, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp 103 Triliun

Kompas.com - 30/06/2020, 20:17 WIB
ilustrasi Facebook User cnet.comilustrasi Facebook User

KOMPAS.com - CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, barangkali sulit untuk tidur nyenyak akhir-akhir ini.

Pasalnya, ia baru saja kehilangan 7,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 103 triliun karena berbagai perusahaan melancarkan aksi boikot iklan di Facebook.

Menurut Bloomberg, saham platform media sosial itu turun 8,3 persen pada hari Jumat (26/6/2020), menandai penurunan saham terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Baca juga: The North Face Tarik Iklan dari Facebook sebagai Bentuk Protes

Hal itu bukan tanpa alasan. Salah satu pengiklan terbesar di dunia, Unilever, menarik iklannya dari Facebook.

Nilai pasar Facebook telah turun hingga 56 miliar dollar AS (setara Rp 804 triliun), sedangkan kekayaan bersih Zuckerberg berada di angka 82,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,1 kuadriliun.

Akibatnya, posisi Zuckerberg sebagai orang terkaya ketiga di dunia turun ke posisi keempat. Sedangkan posisinya digantikan oleh Chairman dan chief executive Louis Vuitton, Bernard Arnault.

Unilever bergabung dengan perusahaan lain dalam memboikot iklan di Facebook karena media sosial itu menerima banyak tanggapan negatif akibat kegagalannya menangani ujaran kebencian dan konten yang menyesatkan.

Perusahaan lain yang menarik iklan dari Facebook meliputi Coca-Cola Co., Verizon Communications Inc., Honda Motors, Hershey Co., Arc'teryx, The North Face, Patagonia, Eddie Bauer, JanSport, Levi Strauss, Starbucks, Ben & Jerry's, REI, serta banyak lagi.

Aksi boikot iklan di Facebook muncul ketika organisasi hak sipil, termasuk NAACP dan Anti-Defamation League telah mengeluarkan kampanye "#StopHateForProfit," meminta perusahaan besar mencabut iklan di Facebook selama bulan Juli.

"Facebook dan CEO Mark Zuckerberg tidak hanya lalai, namun puas dalam penyebaran informasi yang keliru, terlepas dari kerusakan yang tidak dapat dipulihkan untuk demokrasi kita," kata NAACP dalam sebuah pernyataan.

Kampanye #StopHateforProfit diluncurkan pada 9 Juni 2020 pasca kematian George Floyd oleh petugas kepolisian Minneapolis, AS dan menimbulkan gelombang protes di seluruh dunia.


Baca juga: Giliran Starbucks Cabut Iklan di Media Sosial, Termasuk Facebook

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X