Mayoritas Pasien Covid-19 Tak Tahu Bagaimana Bisa Tertular

Kompas.com - 01/07/2020, 09:48 WIB
Sejumlah warga mengantre untuk memasuki area ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Selain membatasi akses menjadi dua pintu masuk dan satu pintu keluar, pengelola SUGBK juga melakukan pembatasan dengan membagi ke dalam sejumlah sesi di akhir pekan dengan durasi setiap sesi selama satu jam dan jumlah maksimal 1.000 pengunjung di dalam area ring road untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah warga mengantre untuk memasuki area ring road Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Selain membatasi akses menjadi dua pintu masuk dan satu pintu keluar, pengelola SUGBK juga melakukan pembatasan dengan membagi ke dalam sejumlah sesi di akhir pekan dengan durasi setiap sesi selama satu jam dan jumlah maksimal 1.000 pengunjung di dalam area ring road untuk meminimalisir potensi penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com – Penyakit infeksi seperti Covid-19 memang mudah menular antar manusia, terutama pada orang dengan imunitas rendah. Meski demikian, mayoritas pasien tidak tahu bagaimana dirinya bisa tertular virus ini.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat misalnya, hanya 27 persen pasien yang terdiagnosis Covid-19 tahu dirinya pernah melakukan kontak dengan seseorang yang juga terinfeksi virus ini dalam dua minggu sebelum melakukan tes.

Sementara itu, 46 persen dari 350 pasien positif Covid-19 mengaku tidak yakin bagaimana dirinya dapat tertular.

“Ini menunjukkan fakta bahwa walau kita sudah tahu bagaimana cara penularan Covid-19 tapi kita tidak yakin menilai risikonya saat berinteraksi dengan orang lain,” kata Dr.Eric Cioe Pena, direktur kesehatan global dari Northwell Health, New York, AS.

Baca juga: Mencegah Tertular Corona Ketika Serumah dengan Orang Tanpa Gejala

Itu sebabnya ia menekankan lagi pentingnya menjaga jarak (social distancing) dengan orang yang terinfeksi, misalnya saja anggota keluarga atau rekan kerja.

Selain menjaga jarak, penggunaan masker seharusnya menjadi kewajiban setiap orang saat berada di luar rumah. Terlebih banyak orang yang sebenarnya sudah terinfeksi Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala ( OTG).

Kementrian Kesehatan RI dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 menyebutkan, OTG pada umumnya memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Yang dimaksud kontak erat adalah aktivitas berupa kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung dalam radius satu meter dengan pasien berstatus dalam pemantauan (PDP) atau positif Covid-19 dalam 2-14 hari setelah kasus timbul gejala.

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Wajib Lakukan 6 Hal Ini Saat Makan di Resto

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X