Zara Tutup 1.200 Gerai di Seluruh Dunia, Bagaimana Indonesia?

Kompas.com - 01/07/2020, 17:32 WIB
Ilustrasi gerai Zara. nobleuniversal.comIlustrasi gerai Zara.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sejumlah perusahaan terkena dampak yang cukup signifikan dari pandemi Covid-19 yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk perusahaan di bidang ritel.

Brand pakaian Zara beberapa waktu lalu juga dikabarkan terpaksa menutup sebagian besar gerai ritel mereka. Seperti dilansi Guardian, Zara dikabarkan menutup permanen 1.000 hingga 1.200 toko mereka di seluruh dunia untuk menekan anggaran sewa di beberapa mal.

Bagaimana dengan Zara di Indonesia?

Mitra Adiperkasa (MAP) selaku perusahaan ritel yang mengelola Zara di Indonesia memastikan bahwa merek asal Spanyol tersebut tetap akan hadir di Indonesia, dalam bentuk offline maupun online.

Adapun Zara dan merek fesyen lainnya yang berada di bawah naungan MAP kini sudah kembali buka dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat.

"Kalau dibilang Zara gerainya tutup, Zara Indonesia tidak ada plan seperti itu bahkan akan terus berkembang."

Demikian diungkapkan oleh Irawati, Senior Vice President MAP Fashion, dalam sesi virtual gathering bertajuk "Offline Retail Winning the Low Touch Economy", Rabu (1/7/2020).

Ira menyadari ada banyak perubahan dalam perilaku belanja fesyen di masyarakat, mulai dari pola belanja, preferensi produk, dan lainnya karena dampak pandemi.

Namun, di sisi lain, ia juga mengakui penjualan digital akan terus berkembang. Untuk itu, MAP Fashion memiliki program "Fashion From Home" yang memungkinkan para pecinta fesyen tetap berbelanja dari rumah dengan didampingi personal shopper yang bisa diajak berkonsultasi.

Di samping itu, semua merek fesyen di bawah MAP Fashion juga tersedia di MAP Mall dan beberapa marketplace lainnya.

Meski online menjadi platform yang penting untuk saat ini maupun di masa depan, namun kondisi itu tak berarti akan mengurangi peran toko offline. Termasuk toko offline Zara di Indonesia.

Konsumen, kata Ira, tetap bisa memilih platform yang lebih nyaman bagi masing-masing individu, apakah online atau offline.

"Toko akan tetap penting. Pandemi memang mengubah tata cara orang berbelanja, pilihan berbelanja, dan lainnya berubah semua, tapi dua-duanya (online-offline) akan jalan dan akan tetap selalu tampil prima, akan dipastikan semua baik-baik saja," ucapnya.

Baca juga: H&M Akan Tutup Ratusan Toko dan Fokus Penjualan Online



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X