Anggota Dewan Eksekutif Adidas Undurkan Diri karena Isu Rasisme

Kompas.com - 01/07/2020, 21:01 WIB
Ilustrasi Adidas. SHUTTERSTOCKIlustrasi Adidas.

KOMPAS.com - Karen Parkin, Anggota Dewan Eksekutif Adidas yang bertanggung jawab atas Sumber Daya Manusia Global telah mengundurkan diri dari perusahaan.

Hal itu terjadi setelah karyawan Adidas memintanya mengundurkan diri di tengah isu diskriminasi rasial.

Parkin telah bekerja bersama Adidas selama 23 tahun, dimulai sebagai Direktur Penjualan untuk Adidas Inggris pada tahun 1997.

Baca juga: Janji Adidas untuk Mendukung Penuh Komunitas Kulit Hitam

"Atas nama Dewan Pengawas, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Karen atas kontribusi yang telah ia buat selama kariernya bersama kami."

"Dia telah melayani Adidas dengan kepemimpinan dan dedikasi selama lebih dari 23 tahun dan selalu bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan dan karyawan kami," kata Igor Landau, Ketua Dewan Pengawas Adidas AG.

"Keputusannya untuk meninggalkan perusahaan mencerminkan komitmen itu dan keyakinannya bahwa pemimpin SDM baru akan mendorong laju perubahan yang dibutuhkan Adidas saat ini. Karena itu, kami menerima pengunduran dirinya."

Parkin memimpin SDM Global Adidas selama lima setengah tahun terakhir dan diangkat sebagai Dewan Eksekutif pada 2017.

Baca juga: Diputus Adidas, Mezut Ozil Bangun Merek Sendiri, M10

CEO Adidas, Kasper Rorsted akan mengisi peran Parkin sementara waktu sampai perusahaan menemukan pengganti.

"Saya merasa sangat istimewa bekerja di perusahaan yang begitu hebat dengan banyak kolega berbakat dan menginspirasi, dan saya sangat bangga atas apa yang telah kami capai bersama."

"Saya sangat berkomitmen pada tujuan kami menciptakan perusahaan yang lebih beragam, inklusif, dan adil," kata Parkin.

"Meskipun kami membuat kemajuan di banyak bidang, ada banyak pekerjaan harus dilakukan. Jelas bagi saya, untuk menyatukan organisasi akan lebih baik saya pensiun dan membuka jalan bagi perubahan."

"Sekarang waktu yang tepat bagi pemimpin SDM baru mengambil alih fungsi, kesempatan dan mendorong laju perubahan untuk menciptakan Adidas yang lebih beragam dan inklusif yang bisa kita banggakan."

Keputusan Parkin mundur dipicu oleh karyawan Adidas yang melakukan protes terhadap rasisme di internal perusahaan.

Sejak saat itu, label The Three Stripes ini telah berjanji akan mempekerjakan lebih banyak karyawan berkulit hitam dan menjanjikan 120 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,7 triliun untuk komunitas kulit hitam, serta inisiatif lainnya.

Baca juga: Adidas Bersama Nike Menentang Isu Rasisme di Amerika Serikat



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X