Komnas Perempuan: Pelecehan Seksual Bukan Salah Cara Berpakaian Perempuan

Kompas.com - 02/07/2020, 19:21 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual bokong Kompas.com/ERICSSENIlustrasi pelecehan seksual bokong
|
Editor Wisnubrata

"Kalau dari data yang kami temukan, pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan tidak ada kaitannya dengan pakaian, tapi itu dialami seluruh perempuan," tutur dia.

" Pakaian bukan salah satu pemicu pelecehan seksual. Selain visual atau melihat, pelaku juga dapat melakukan tindakan pelecehan seksual dengan memegang, atau meraba korban."

Baca juga: Kebanyakan Korban Pelecehan Seksual Tidak Berbusana Seksi

Oleh karenanya, Mariana mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahkan cara berpakaian perempuan.

"Bukan pakaiannya, tapi pelakunya yang harus kita perhatikan. Karena sepanjang hidupnya, setiap perempuan pernah mengalami pelecehan seksual."

"Pelaku harus ditegur dan diingatkan, agar ia jera dan tidak mengulanginya lagi," kata Mariana.

Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik yang dilaksanakan secara nasional pada akhir tahun 2018 selama 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) juga pernah menyoal cara berpakaian korban yang sering dijadikan kambing hitam.

Dari analisis data survei yang diikuti oleh lebih dari 62.000 orang, koalisi menemukan fakta menarik yang membantah mitos-mitos yang beredar terkait pelecehan seksual.

Menurut hasil survei, mayoritas korban pelecehan tidak mengenakan baju terbuka saat mengalami pelecehan seksual melainkan memakai celana/rok panjang (18%), hijab (17%), dan baju lengan panjang (16%).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa waktu korban mengalami pelecehan mayoritas terjadi pada siang hari (35%) dan sore hari (25%), berbeda dari mitos yang banyak dipercaya orang bahwa pelecehan seksual terjadi karena korban berada di luar rumah pada malam hari.

"Selama ini korban pelecehan seksual banyak disalahkan karena dianggap ‘mengundang’ aksi pelecehan dengan memakai baju seksi atau jalan sendiri di malam hari. Tapi semua anggapan itu bisa dibantah dengan hasil survei ini."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X