Pakaian Perempuan Bukan Alasan Lakukan Pelecehan

Kompas.com - 03/07/2020, 13:02 WIB
Ilustrasi AestheticshubIlustrasi


KOMPAS.com - Hampir setiap hari terjadi pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan. Korbannya sering takut untuk melapor atau jika kasusnya menjadi viral, banyak yang justru menyalahkan korban.

Contoh paling aktual adalah kasus karyawan Starbuck mengintip payudara pelanggan wanita melalui sorotan CCTV, bahkan memperbesar layar monitornya.

Kasus tersebut menjadi viral, namun yang mengherankan tak sedikit orang yang menyalahkan korban karena dianggap berpakaian minim.

"Salah sendiri pakai pakaian terbuka," tulis seorang pengguna Twitter.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin menegaskan, dari data yang ada pelecehan seksual tidak ada kaitannya dengan pakaian.

"Bukan pakaiannya, tapi pelakunya yang harus kita perhatikan. Karena sepanjang hidupnya, setiap perempuan pernah mengalami pelecehan seksual," kata Mariana kepada Kompas.com (2/7).

Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik yang dilaksanakan secara nasional pada akhir tahun 2018 selama 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) juga pernah menyoal cara berpakaian korban yang sering dijadikan kambing hitam.

Baca juga: Walau Sepele, Bersiul Kepada Seseorang Termasuk Pelecehan Seksual Lho

Dari analisis data survei yang diikuti oleh lebih dari 62.000 orang, koalisi menemukan fakta menarik yang membantah mitos-mitos yang beredar terkait pelecehan seksual.

Menurut hasil survei, mayoritas korban pelecehan tidak mengenakan baju terbuka saat mengalami pelecehan seksual melainkan memakai celana/rok panjang (18%), hijab (17%), dan baju lengan panjang (16%).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa waktu korban mengalami pelecehan mayoritas terjadi pada siang hari (35%) dan sore hari (25%), berbeda dari mitos yang banyak dipercaya orang bahwa pelecehan seksual terjadi karena korban berada di luar rumah pada malam hari.

"Selama ini korban pelecehan seksual banyak disalahkan karena dianggap ‘mengundang’ aksi pelecehan dengan memakai baju seksi atau jalan sendiri di malam hari. Tapi semua anggapan itu bisa dibantah dengan hasil survei ini."

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Apa Saja yang Termasuk Pelecehan Seksual?

"Hasil survei ini jelas menunjukkan bahwa perempuan bercadar pun sering dilecehkan, bahkan pada siang hari,” kata founder perEMPUan Rika Rosvianti (Neqy), mewakili koalisi.

Pelecehan seksual yang terjadi awal tahun lalu yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor terhadap seorang perempuan mengenakan jilbab panjang juga membuktikan bahwa pakaian korban sama sekali tak berkolerasi terhadap peluang menjadi target pelecehan.

Dengan kata lain, sebenarnya yang harus dikontrol adalah pikiran pelaku, bukan pakaian korban.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X