Kompas.com - 05/07/2020, 22:30 WIB
ilustrasi minum kopi shutterstockilustrasi minum kopi

KOMPAS.com - Bagi orang-orang yang terbiasa mengonsumsi kopi secara rutin, segelas kopi di pagi hari atau di waktu lainnya mungkin bisa menjadi penyuntik semangat.

Namun, tahukah kamu jika minun kopi rutin ternyata juga bermanfaat bagi jantung?

Sebuah penelitian yang dipresentasikan di dalam rapat virtual Heart Rhythm Society menemukan, 1-2 gelas kopi per hari bisa menurunkan risiko aritmia atau gangguan irama jantung.

Para peneliti melihat data lebih dari 350.000 partisipan di Inggris.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang

Biobank mengumpulkan informasi sekitar setengah juta orang berusia antara 40-69 tahun dalam rentang waktu empat tahun.

Peserta memberikan sampel darah, urin, dan air liur secara teratur, rincian kebiasaan, dan riwayat medis mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peneliti berfokus pada jumlah kejadian aritmia serta konsumsi kopi.

Ada pun aritmia terjadi ketika laju atau irama detak jantung terpengaruhi, dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pembekuan darah.

Ketua peneliti, sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran University of California, San Francisco, Eunjeong Kim memberikan catatannya.

Dia menyebut, konsumsi kopi harian maksimal empat cangkir sehari, berkaitan dengan penurunan kejadian aritmia.

“Pesan utama dari penelitian kami adalah melanjutkan konsumsi kopi secara rutin dalam porsi moderat tampaknya tidak berbahaya terhadap risiko aritmia secara keseluruhan."

Baca juga: Kenapa Jantung Berdebar Kencang Tanpa Sebab Jelas?

Demikian dikatakan Kim seperti dilansir laman Runner's World.

Namun, dianjurkan untuk tidak minum lebih dari lima cangkir sehari.

Meski begitu, perlu diingat bahwa penelitian ini adalah observasional dan hasilnya bersifat korelatif.

Artinya, para peneliti tidak membuktikan kopi benar-benar menyebabkan fungsi jantung yang lebih baik.

Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian tambahan untuk menggali lebih dalam manfaat potensial dari kafein, dan kopi secara khususnya.

Sebab,-sebagai contoh, sebuah studi di tahun 2011 mencatat, dokter sering menyarankan pasien penderita aritmia untuk menghindari kopi berkafein.

Saran itu diberikan, karena diyakini meminum kopi dapat meningkatkan risiko jantung berdebar.

Baca juga: Sakit Dada Tak Selalu Tanda Penyakit Jantung, Berikut Ciri-cirinya

Namun, percobaan terkontrol menunjukkan tidak ada bukti atas efek itu.

Kim dan rekan-rekannya yang melakukan riset memang tidak mengeksplorasi lebih lanjut mengapa kopi justru bisa menurunkan risiko aritmia.

Namun, ini mungkin dikarenakan kopi kaya akan polifenol yang kerap dikaitkan dengan fungsi sel yang lebih baik di jantung dan pembuluh darah.

Ada pun polifenol adalah komponen tumbuhan yang tinggi antioksidan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.