Kompas.com - 06/07/2020, 12:29 WIB
Ilustrasi donor darah ShutterstockIlustrasi donor darah

KOMPAS.com - Ketidaseimbangan antara kebutuhan darah dan jumlah donor (pemberi sumbangan) membuat stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun. Masyarakat diimbau untuk menyumbangkan darahnya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pengurus bidang donasi darah PMI Pusat dr Linda Lukitari Waseso mengungkapkan, di beberapa daerah yang terdampak Covid-19 terdapat penurunan jumlah stok darah. Data yang dihimpun PMI, hingga saat ini penurunan stok darah sekitar 10-20 persen.

"Biasanya ketersediaan bisa untuk 4 hari. Saat ini hanya untuk 2 hari. Sementara ketersediaan kurang di golongan darah AB, A, dan komponen darah tertentu," kata Linda dalam siaran pers.

Di tengah pandemi, kebutuhan darah tetap ada untuk berbagai terapi penyakit, mulai dari yang membutuhkan darah rutin seperti pasien penyakit thalasemia atau kanker, hingga penyakit yang tidak rutin seperti demam berdarah, kecelakaan, atau ibu melahirkan.

Meski begitu, menurut Linda, kebutuhan darah memang sedikit menurun karena penundaan operasi elektif yang membutuhkan darah.

Baca juga: Thalassemia Movement: Terima Kasih untuk yang Berani Donor Darah di Tengah Pandemi...

Faktor lain yang memengaruhi ketersediaan stok darah saat ini adalah kekhawatiran masyarakat untuk bepergian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk pelaksanaan donasi darahnya sendiri, masih bisa dikatakan aman," jelasnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan terkait penularan Covid-19, baik saat pelaksanaan donasi darah maupun pada saat pelaksanaan transfusi.

PMI juga sudah membuat protokol kesehatan terkait pelaksanaan donasi darah di masa pandemi Covid-19, yakni dimulai dari pemeriksaan suhu sebelum berdonasi, wawancara terkait kemungkinan tertular Covid-19, pemeriksaan fisik sederhana, hingga disinfektan berkala.

"Ada berbagai upaya yang dilakukan PMI untuk mempertahankan ketersediaan stok darah di masa PSBB. Kami menjemput bola bersama komunitas yang biasa melakukan donasi darah secara rutin banyak dibantu oleh TNI, Polri, ASN," tuturnya.

Kekurangan stok darah tak hanya terjadi di Indonesia. NHS Blood and Transplant, Inggris, juga mengatakan bahwa pada minggu terakhir bulan Maret, jumlah darah yang berhasil dikumpulkan 15 persen lebih rendah dari yang diharapkan.

Baca juga: Hari Donor Darah Sedunia, Ini Kondisi Stok Darah Selama Pandemi Corona



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.