Hati-hati, 5 Jenis Makanan Ini Bisa Sebabkan Peradangan

Kompas.com - 08/07/2020, 23:10 WIB
Ilustrasi makanan manis PressmasterIlustrasi makanan manis

KOMPAS.com - Dari sisi kesehatan, peradangan adalah pedang bermata dua. Peradangan membantu menyembuhkan kerusakan sel di tubuh, tetapi terlalu banyak peradangan di dalam tubuh juga berbahaya dan dapat menyebabkan radang sendi, penyakit jantung, serta kondisi kesehatan lainnya.

Ahli diet terdaftar Erin Coates menjelaskan, bahwa munculnya peradangan bisa dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi dan bahwa peradangan sering dipicu sebagai cara untuk melindungi kesehatan, ketika sistem kekebalan tubuh mendapati sesuatu yang asing di dalam tubuh.

Peradangan sesekali dapat melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis membuka pintu bagi banyak penyakit serius.

Baca juga: Rasa Kesepian, Terkait dengan Peradangan dan Picu Berbagai Penyakit

"Jika kamu ingin memerangi peradangan, mulailah dengan memerhatikan isi dapurmu. Dan ketika kamu membuat daftar belanjaan, pilih lebih sedikit makanan penyebab inflamasi,” kata Coates.

“Dan konsumsi lebih banyak makanan anti-inflamasi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan berlemak," lanjutnya.

Coates berbagi daftar makanan penyebab peradangan yang perlu kita hindari saat pergi ke supermarket:

1. Gula

Setiap hari, orang Amerika mengonsumsi sekitar 17 sendok teh gula tambahan. Masalahnya adalah asupan harian yang disarankan 6 sendok teh atau kurang.

Sedangkan di Indonesia, sekitar 53,1 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula lebih dari satu kali per hari.

Padahal, asupan gula yang disarankan adalah 50 gram atau setara empat sendok makan gula per hari.

Karena produsen makanan menambahkan gula dalam dosis besar untuk meningkatkan rasa pada berbagai makanan kemasan, maka banyak orang kesulitan untuk menghindari tambahan gula tersebut.

Mengapa harus menghindarinya: "Ketika kamu mencerna sesuatu, gula akan memasuki darah. Insulin kemudian memasukkan gula ke dalam sel tubuh untuk memberi mereka energi," kata Coates.

"Tetapi, ketika ada terlalu banyak gula pada satu waktu, insulin akan menyimpan kelebihan gula dalam sel-sel lemak, yang kemudian menyebabkan mereka menjadi lebih besar. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau resistensi insulin, yang terkait dengan kondisi metabolisme lainnya."

"Tubuh kita tidak dirancang untuk memproses jumlah tambahan gula yang berlebihan sepanjang hari, jadi kita harus lebih sadar ketika (kita) memilih produk dan membaca label (nutrisi)," tambahnya.

Baca juga: Diet Keto Bisa Picu Peradangan Kulit, Apa Sebabnya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X