Kompas.com - 10/07/2020, 14:30 WIB
Ilustrasi takikardia, gangguan irama jantung yang dialami Jessica Iskandar. SHUTTERSTOCK/MELANA LETTERINGIlustrasi takikardia, gangguan irama jantung yang dialami Jessica Iskandar.

Mereka mengunjungi klinik setiap bulan tanpa perubahan dalam pengobatan mereka.

Baca juga: Orang Sehat Tak Perlu Andalkan Aspirin untuk Cegah Serangan Jantung

“Pengukuran BMI (indeks massa tubuh), tekanan darah, dan detak jantung dilakukan pada setiap kunjungan klinik."

"Pengambilan sampel darah dan urine, ekokardiografi, dan tes jalan kaki enam menit diulang pada kunjungan lanjutan tiga bulan kemudian, setelah memulai suplementasi astaxanthin."

"Studi percontohan ini menemukan, setelah tiga bulan suplementasi astaxanthin, kadar penanda stres oksidatif menurun."

"Lalu, ada perbaikan diamati pada kontraktilitas jantung dan toleransi latihan pada pasien HF dengan disfungsi sistolik LV.”

Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan karena merupakan penelitian observasional yang tidak membuat perbandingan dengan kelompok kontrol.

Seiring waktu, tingkat stres oksidatif berubah secara alami. Hal ini bisa menjadi salah satu alasan untuk meningkatkan fungsi jantung.

Baik tokotrienol dan asam L-askorbat 2-glukosida juga diberikan kepada pasien, yang dapat meningkatkan efek astaxanthin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X