6 Cara Positif Memperbaiki Perilaku Buruk Anak

Kompas.com - 10/07/2020, 22:39 WIB
Ilustrasi Thinkstock.comIlustrasi

3. Pilih kata-kata dengan hati-hati

Orangtua mungkin kesal dengan bagaimana anak-anak menjawab dengan tidak sopan atau berteriak saat kamu memberikan peringatan.

Namun sebaiknya orangtua tetap memberi kata-kata positif pada anak.

“Mama (atau Papa) tahu kamu bisa bersikap sopan, karena mama pernah lihat kamu bisa sopan. Mungkin kamu hanya perlu mengingatkan diri sendiri untuk bersikap sopan setiap saat”

Sungguh menakjubkan betapa lebih responsifnya anak terhadap komentar yang membangun, daripada komentar negatif tentang kebiasaan buruknya. Dia akan lebih mau mendengarkan.

Baca juga: Hindari Konflik dalam Pembagian Peran Pengasuhan Anak

4. Bersikap realistis

Jangan bertujuan untuk menghilangkan semua kebiasaan buruknya sekaligus - dia akan merasa benar-benar kewalahan dan justru meremehkannya jika kamu memberinya daftar panjang hal-hal yang dia lakukan yang membuatmu jengkel.

Lebih baik memilih satu kebiasaan yang menyebalkan, mungkin yang paling membuatmu jengkel atau yang paling mudah diubah.

Bicarakan tentang kebiasaan itu dengan anak, jelaskan mengapa kamu tak menyukainya dan tawarkan cara alternatif baginya untuk bereaksi dalam situasi itu.

Baca juga: Mengenal Organic Parenting, Gaya Pengasuhan Anak Alami

5. Dampingi anak

Jangan lupa bahwa si kecil juga ingin menyenangkanmu; dia benar-benar ingin kamu berpikir bahwa dia hebat, meskipun dia kadang membuatmu kesal.

Dia ingin (dan membutuhkan) persetujuanmu. Jadi, gunakan itu untuk memanfaatkan motivasinya melakukan perubahan.

Kamu juga akan merasa senang mengetahui bahwa kamu telah membantunya menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan menjengkelkan itu, tanpa menciptakan penghalang di antara si kecil dan kamu sebagai orangtua.

6. Akui kesuksesan

Semakin kamu memberikan reaksi positif ketika anak berhasil mengubah kebiasaan yang menjengkelkan, semakin sulit ia berusaha mempertahankan kemajuan itu.

Mendengar kamu mengatakan kepadanya bahwa kamu merasa senang saat dia mau merapikan kamarnya tanpa harus diberitahu atau bahwa dia tidak merebut mainan milik adiknya dengan kasar, akan mendorongnya untuk berperilaku dengan cara yang sama di waktu berikutnya.

Baca juga: Pengasuhan Alternatif bagi Anak yang Kehilangan Orangtua

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X