Kompas.com - 12/07/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi peregangan kaki shutterstockIlustrasi peregangan kaki
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Hari libur merupakan momen yang tepat untuk melakukan olahraga, salah satunya yaitu hiking trail atau berjalan melintasi jalur perbukitan.

Namun, jalur pendakian yang mudah sekalipun bisa mengakibatkan pergelangan kaki terkilir, otot tegang, atau bisa lebih buruk, jika kita melakukan hiking trail tanpa persiapan.

Metode paling efektif untuk menyiapkan tubuh kita adalah peregangan yang konsisten.

Selain meregangkan seluruh otot inti yang digunakan dalam hiking, perhatikan kebutuhan khusus kita saat berolahraga.

Jika kita merasa pergelangan kaki dalam keadaan lemah, lakukan upaya ekstra untuk memperkuatnya.

Hal serupa berlaku untuk otot betis, paha belakang, dan kelompok otot lain yang mungkin bermasalah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pose cobrafizkes Pose cobra
Pertama-tama, aktifkan dan perkuat otot inti kita. Memiliki otot inti yang kuat sangat penting untuk pendakian, dan memengaruhi setiap bagian tubuh kita, mulai dari otot punggung, postur, hingga fleksibilitas pada kaki.

Melansir laman Popsugar, otot-otot inti terdiri dari perut, pinggul, dan punggung bawah.

Masing-masing kelompok otot ini memainkan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga kesehatan otot.

Peregangan otot inti yang populer mencakup pose anak-anak, pose kobra, rotasi tulang belakang, serta banyak lagi.

Pose anakEpicStockMedia Pose anak
Kedua, jangan lupakan salah satu kelompok otot terpenting saat melakukan hiking trail, yaitu paha depan. Ini adalah otot-otot di bagian depan paha kita yang bertanggung jawab untuk sebagian besar tenaga yang dihasilkan selama hiking.

Paha depan juga membantu memperpanjang dan meluruskan lutut kita dengan setiap langkah, jadi jagalah agar tetap lentur.

Meregangkan paha depan relatif mudah, dan dapat dilakukan sebelum atau setelah latihan.

Jika kita memilih untuk melakukan peregangan sebagai pemanasan, berikan tekanan ekstra selembut mungkin supaya otot tidak tertarik.

Peregangan dengan kondisi berdiri sangat disarankan. Berdiri di atas kaki kanan kita, dan pegang tulang kering kaki kiri dengan menekuk kaki ke arah belakang.

Tarik tulang kering kaki kiri ke arah tubuh, dan tahan selama 30 detik. Ulangi proses ini di kaki kanan.

Selanjutnya paha belakang, yang bekerja dengan paha depan untuk membawa kita melangkah saat melakukan hiking trail.

Ilustrasi. Ilustrasi.
Paha belakang yang tegang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat berada di jalur pendakian, dan pada kasus yang parah, kondisi tersebut bisa memicu otot tertarik atau sobek.

Untuk meregangkan paha belakang secara efektif, yang terbaik adalah menunggu sampai latihan selesai. Jika tidak, peregangan bisa menyebabkan cedera.

Dan terakhir, peregangan pada otot betis, kelompok otot yang merupakan kunci untuk hiking trail. Otot betis membantu setiap langkah kita saat berlari di sepanjang jalur pendakian.

Salah satu peregangan paling efektif untuk mencegah cedera betis adalah pose downward dog, yang menargetkan otot-otot di kaki bagian bawah untuk peregangan yang dalam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.