Uniqlo Memperkirakan Penurunan Laba Hingga 50 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 12/07/2020, 18:41 WIB
Ilustrasi Uniqlo. SHUTTERSTOCKIlustrasi Uniqlo.
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Fast Retailing Co. — pemilik dan penjual label busana asal Jepang, Uniqlo — harus menyesuaikan proyeksi keuangannya untuk sisa tahun ini, dengan menurunkan perkiraan laba sebagai akibat dari pandemi coronavirus yang sedang berlangsung.

Perusahaan tersebut sekarang mengharapkan laba operasi tahunan kira-kira 1,21 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 17,4 triliun. Angka ini menunjukkan pengurangan 50 persen, lebih banyak dibandingkan perkiraan sebelumnya yang menyebut angka 44 persen. Penambahan kerugian salah satunya karena biaya operasional sebesar Rp 537 juta pada periode antara Maret dan Mei.

Terlepas dari proyeksi ini, Fast Retailing Co. tetap percaya diri karena adanya kenaikan dalam penjualan domestik untuk bulan Juni di Jepang serta pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan di pasar Cina.

Penjualan domestik Uniqlo - termasuk pembelian online - naik 26 persen bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya, suatu prestasi yang mengesankan setelah sebelumnya terjadi penurunan 57 persen pada April diikuti dengan penurunan 18 persen pada Mei.

Mengingat dua pasar yang mulai pulih ini, perusahaan mengatakan akan terus membuka lebih banyak toko secara global.



Sumber Hypebeast
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X