Kompas.com - 13/07/2020, 15:19 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020. REUTERS/TASOS KATOPODISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020.

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Sabtu (11/7/2020), untuk pertama kalinya muncul ke hadapan publik dengan mengenakan masker penutup wajah.

Kejadian ini mengundang perhatian tersendiri, sebab sejak pandemi Covid-19 merebak di AS, lelaki berumur 74 tahun ini, tak pernah terlihat mengenakan masker.

Kritik dan imbauan kerap ditujukan kepada Trump atas ulahnya tersebut, namun dia bergeming dan seperti tak peduli.

Trump pernah berkomentar, masker hanya diperlukan untuk mereka yang sakit dan terinfeksi virus.

Baca juga: Presiden Trump dan Masker yang Tak Pernah Dipakainya

Pembelaan pun sempat dikumandangkan oleh pihak Gedung Putih, yang menyebut Trump melakukan tes berkala.

Selain itu pola pekerjaan di Gedung Putih mengikuti protokol kesehatan yang disarankan, salah satunya dengan menjaga jarak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam video yang dilansir situs berita CNN, terlihat Trump yang berada di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed mengenakan masker biru tua, dengan logo Kepresidenan AS pada sisi pipi kiri.

Bagian dalam masker tersebut berwarna putih. Dia memadukan masker itu "matching" dengan warna setelan jas biru tua, dan dasi biru muda, dan kemeja putih.

Baca juga: Semua Orang Muncul Pakai Masker, kecuali Presiden Donald Trump

Sementara, sebagian besar staf yang berada di sekitarnya terlihat mengenakan masker sejenis berwarna hitam, meski ada beberapa yang memakai masker putih.

CNN menilai, perubahan kecil pada Trump ini memiliki dampak yang besar bagi upaya melawan penyebaran Covid-19.

Sebab, langkah Trump ini dilakukan pada saat kasus corona sedang melonjak di AS, dan dia dinilai gagal memahami kedalaman krisis, atau memberi strategi untuk mengendalikan penyebaran virus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.