Nike Diterpa Isu Rasialisme lewat Akun Instagram Anonim

Kompas.com - 15/07/2020, 16:21 WIB
Nike akan menutup seluruh tokonya di AS karena wabah virus corona. Getty Images via HypebeastNike akan menutup seluruh tokonya di AS karena wabah virus corona.

KOMPAS.com - Label Nike tengah dilanda masalah. Perusahaan sepatu ternama dunia itu telah dituding bertindak rasial terhadap para karyawannya.

Satu akun Instagram menyoroti pengalaman karyawan dan mantan karyawan Nike dengan rasialisme, menurut pencipta akun.

Akun bernama @blackatnike tersebut telah memperoleh lebih dari 7.500 followers sejak unggahan pertama pada 24 Juni.

Baca juga: Nike Akan Donasikan 30.000 Sepatu untuk Pekerja Kesehatan Covid-19

Menurut uraiannya, tujuan akun ini dibuat adalah untuk memperkuat "suara kulit hitam dari karyawan dan mantan karyawan Nike" dengan mendorong orang mengirimkan cerita melalui formulir Google.

"Terlepas dari persekutuan performatif yang Nike bagikan secara publik dengan dunia, karyawan berkulit hitam mereka (saat ini dan mantan karyawan) hancur," tulis perwakilan Black at Nike dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider.

"Banyak yang menderita dalam kesunyian. Banyak yang di-PHK karena pembalasan. Banyak yang harus tutup mulut dan bekerja, karena takut tidak dapat berkembang dalam sistem perusahaan. Akun ini akhirnya memberi orang kesempatan bersuara dan berbagi kisah mereka."

Perwakilan Black at Nike juga menggambarkan sosok di balik akun itu sebagai "penjaga bagi orang-orang" dan mengatakan bahwa gerakan tersebut tidak hanya digawangi oleh satu orang.

Unggahan anonim di akun @blackatnike saat ini berjumlah lebih dari 70, termasuk cerita dari berbagai karyawan Nike di divisi ritel dan korporat.

"Selama bertahun-tahun, WOC di Nike tidak dihargai oleh para pemimpin kulit putih di posisi kekuasaan," demikian satu unggahan dari seminggu yang lalu.

"Sebagai seorang WOC yang bekerja di Nike Sports Marketing, saya mengalami serangan mikro, rasa tidak hormat, dan pembalasan karena angkat bicara."

Dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider, seorang juru bicara Nike mengatakan, semua karyawan diharapkan mengikuti kebijakan perusahaan "Matter of Respect".

Kebijakan ini melarang diskriminasi berdasarkan ras, dan menambahkan karyawan dapat menggunakan portal "Speak Up" untuk melaporkan masalah apa pun secara anonim, jika mereka ingin.

"Kami mendesak setiap karyawan untuk berbicara jika seorang karyawan mengalami sesuatu yang tidak selaras dengan nilai-nilai dan kebijakan Nike," kata juru bicara Nike dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Pesan Inspiratif Nike Sikapi Wabah Covid-19

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X