Kompas.com - 19/07/2020, 15:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Sebagian besar multivitamin memiliki kurang dari 100 persen kebutuhan harian untuk mineral dan vitamin yang larut dalam lemak, menurut Webster.

Baca juga: Asupan Vitamin D Dosis Tinggi Tak Terbukti Dapat Obati Covid-19

 

Jadi, jika kamu mengikuti dosis yang dianjurkan, seharusnya tidak akan menjadi masalah dikonsumsi tiap hari.

Jika kamu perlu mengonsumsi vitamin, cari merek terstandar dan mendapat ijin Badan POM, ini menandakan produk telah diuji untuk kemurnian, kekuatan, keamanan, dan kualitas.

Bukan permen

Untuk anak-anak, jauhkan kebiasaan makan gummy seperti makan permen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Vitamin kunyah bukan pengganti permen yang sehat, dan makan terlalu banyak dapat memiliki efek negatif pada kesehatan," kata Webster.

"Juga, vitamin gummy bukan untuk menebus kebiasaan makan yang tidak sehat,” lanjutnya,

Fokus pada mendapatkan nutrisi melalui makanan seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan produk susu, saran Webster.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X