Kompas.com - 19/07/2020, 20:56 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com – Anjloknya pertumbuhan ekonomi membuat banyak perusahaan melakukan berbagai penghematan, termasuk dalam rekrutmen tenaga kerja. Usaha mencari kerja pun makin kompetitif, termasuk para sarjana yang baru lulus.

Meski begitu, bukan berarti orang muda hanya bisa berdiam diri saja sampai pandemi berlalu. Justru ini adalah saatnya memperbanyak skill agar bisa memenangi persaingan.

Sebelum krisis, generasi muda berusia 15-24 tahun tiga kali lebih besar mudah terpapar pengangguran dibanding orang dewasa, dan sering ada periode transisi sekolah-kerja yang berkepanjangan.

Menyambut World Youth Skill Day yang diperingati setiap 15 Juli, AkzoNobel Indonesia yang bermitra dengan SOS Children’s Village mengadakan sesi mentoring secara virtual untuk 150 anak muda Indonesia.

Presiden Direktur AkzoNobel Decorative Paints Indonesia, Indra Laban, mengatakan, pembekalan ini diharapkan bisa membantu para peserta untuk menjadi generasi yang tangguh dan pandai menghadapi tantangan.

“Kami memahami fase kenormalan baru yang mau tidak mau turut mempengaruhi generasi muda. Paling berdampak adalah dalam memiliki keahlian dan kesulitan mendapatkan pekerjaan nantinya,” kata Indra dalam siaran pers.

Baca juga: Ekonom: Angka Pengangguran Akan Naik 10 Persen Tahun Ini

Dalam program virtual mentoring ini, seluruh peserta dilatih agar lebih tangguh dan juga pembekalan untuk masuk ke dunia kerja, termasuk paint academy serta pelatihan soft-skill.

“Merespon pandemi yang terjadi, dalam sesi ini kami membekali mereka dengan kemampuan mengenai dunia bisnis, cara untuk beradaptasi dan berani menghadapi kegagalan,” kata Vandy Makki, sebagai fasilitator utama sesi online dan juga selaku AkzoNobel HR Director Indonesia & Papua New Guinea.

Dengan pengawasan ketat dari para pembimbing dan fasilitator oleh SOS Children’s Villages, pada Februari awal tahun ini, telah diselenggarakan sesi untuk mengkomunikasikan sembilan kompetensi yang dibutuhkan agar menjadi karyawan yang lebih baik seperti, inisiatif, fleksibilitas, kerjasama tim, keinginan untuk belajar, kejujuran, cara berkomunikasi dengan baik, ketahanan, pengelolaan diri sendiri, dan pembawaan diri.

Secara global, hampir 3.000 anak muda telah dilatih selama kemitraan berlangsung, dengan lebih dari 700 sukarelawan AkzoNobel turut ambil bagian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X