Kompas.com - 20/07/2020, 11:32 WIB
Ilustrasi makan makanan pedas. Ilustrasi makan makanan pedas.

KOMPAS.com- Perut lapar memang jadi pengalih perhatian dari apa yang sedang dikerjakan. Jika rasa lapar karena belum makan mungkin hal yang wajar, tapi terkadang rasa ingin makan tersebut sering timbul tak jauh dari waktu makan.

Rasa lapar sebenarnya alami dan bisa kita atur. Kita bisa belajar mendengar kebutuhan tubuh, terutama saat muncul rasa lapar. Bila perut sering keroncongan tak peduli sebanyak apa sudah makan, mungkin ini saatnya untuk mengevaluasi apa yang kita sajikan di piring.

Terkadang peningkatan nafsu makan juga bisa dipicu oleh kondisi kesehatan atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Walau begitu, yang paling sering jadi penyebab adalah pilihan yang kita buat sebelum atau setelah jam makan. Berikut adalah beberapa pemicu yang paling sering:

- Kurang minum
Percaya atau tidak, terkadang tubuh kita memproses haus sama seperti lapar, sehingga kita menerjemahkannya sebagai sinyal harus mengisi perut.

“Seberapa banyak air yang kita minum berpengaruh langsung pada seberapa kenyang dan puas kita sepanjang hari. Sebaiknya jangan tunggu sampai haus untuk minum,” kata ahli gizi Stefani Sassos.

Baca juga: 9 Penyebab Urine Berbau, Tanda Dehidrasi hingga Diabetes

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana cara kita mengetahui apakah kita memang haus dan bukan lapar pada momen itu? Caranya simple, coba minum satu atau dua gelas air sebelum memutuskan untuk makan lagi dan tunggu beberapa menit. Jika masih lapar juga, mungkin itu memang sinyal lapar.

- Yang diasup tidak sesuai dengan aktivitas
Ini berarti apa yang kita asup tidak sesuai dengan tingkat aktivitas sehari-hari. Misalnya saja kita melewatkan waktu sarapan padahal kita cukup aktif sepanjang hari, atau sebaliknya kita makan dan ngemil dengan bebas padahal lebih banyak bersantai di sofa.

Bila kita termasuk aktif dan rutin olahraga, pastikan kita juga cukup mengonsumsi nutrisi untuk membantu tubuh memperbaiki otot.

Sementara itu, jika gaya hidup kita kurang aktif, lebih sering duduk, rasa lapar mungkin didorong oleh perasaan bosan. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan diri, misalnya membaca buku atau mulai bergerak.

Bersantai di rumah sambil ditemani makanan atau minuman favoritShutterstock Bersantai di rumah sambil ditemani makanan atau minuman favorit

- Kurang serat dalam pola makan
Serat merupakan nutrisi ajaib yang bisa membuat perut terasa kenyang dan puas setelah makan.

“Pola makan rendah serat bisa menyebabkan perut sering lapar, karena serat akan dipecah dengan lambat di saluran cerna sehingga kadar gula darah lebih stabil, dan kita juga merasa kenyang,” kata dokter anak dengan spesialisasi obesitas, Julie Benard.

Kita disarankan mengasup serat 25 gram setiap hari. Sumber serat misalnya kacang-kacangan, alpukat, beras merah, atau pun oat.

Baca juga: Agar Tak Terbangun karena Lapar, Konsumsi Camilan Ini Sebelum Tidur

- Salah memilih karbohidrat
Tidak semua karbohidrat buruk dan harus dihindari saat sedang diet. Serelia utuh (seperti oat atau beras merah), buah-buahan, dan sayuran, secara alami juga mengandung karbohidrat dan kelompok pangan ini merupakan pilar dalam semua diet yang sehat.

Yang harus dibatasi adalah karbohirat yang sudah melalui berbagai proses, misalnya roti putih, pasta, atau pun kue-kue, yang tinggi lemak jenuh dan gula. Karbohidrat jenis ini dapat memicu peningkatan insulin, hormone yang mengatur gula darah. Kadar insulin yang naik dan turun dengan cepat dapat memicu perasaan lapar lagi.

- Kebanyakan mengasup gula
Pada siang hari, tubuh seringkali mengalami “sugar crash”, yaitu ketika gula darah turun setelah kita mengasup sesuatu yang manis, tapi kemudian menyebabkan kita ingin makan lebih banyak makanan manis agar gula darah naik kembali.

Tahukah Anda, siklus yang berulang itu dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang? Gula dan karbohdirat sederhana yang memicu peningkatan gula darah lama-lama akan menyebabkan kondisi yang disebut resistensi insulin, yaitu tubuh tidak dapat memakai glukosa dalam darah untuk diubah jadi energi.

Gula darah yang tidak terpakai itu akan beredar di pembuluh darah sehingga gula darah naik dan menyebabkan penyakit diabetes.

Baca juga: 4 Diet Terbaik untuk Gula Darah yang Seimbang...

- Kekurangan protein
Hal ini sering dialami oleh mereka yang sedang mencoba pola makan vegetarian. Ketahuilah bahwa protein tidak selalu daging merah, tapi juga ikan, daging ungags, telur, tahu dan tempe.

“Pola makan rendah protein akan menyebabkan perasaan sering lapar, meski kita sudah mengonsumsi banyak kalori,” kata Benard.

Ia menjelaskan, protein adalah nutrisi yang mampu menjaga agar ghrelin atau hormon yang memicu rasa lapar, tidak gampang meningkat.

- Makan karena emosi tidak stabil

Rasa sedih, bosan, atau stres, biasanya membuat kita ingin makan. Ini karena makanan tertentu bisa membuat kita merasa bahagia, walau efeknya sementara. Setelah efek itu hilang kita cenderung ingin kembali mencari makanan lain untuk mengalihkan emosi yang sedang dirasakan.

Baca juga: Makan karena Lapar atau Hasrat Emosional? Cermati Bedanya...

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.