Kompas.com - 20/07/2020, 11:51 WIB
Menonton di bioskop dengan protokol kesehatan era new normal Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafMenonton di bioskop dengan protokol kesehatan era new normal
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta batal membuka kembali operasional bioskop yang sempat direncanakan pada 29 Juli 2020.

Wacana membuka kembali bioskop sempat menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, termasuk pakar di bidang kedokteran.

Beberapa pakar lintas bidang ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia telah melakukan diskusi dan sepakat meminta Pemerintah DKI menunda pembukaan bioskop hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Apa sebabnya? Apakah memang kembali menonton di bioskop belum cukup aman saat ini?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan, ruangan bioskop pada umumnya adalah ruangan tertutup tanpa ventilasi dengan pendingin udara yang bersikulasi di dalam ruangan.

Jika ada satu orang pengunjung saja tanpa gejala namun membawa SARS CoV atau virus penyebab Covid-19, maka akan berpotensi menjadi sumber penyebaran virus kepada pengunjung lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Durasi film yang minimal 1,5 jam akan meningkatkan waktu paparan dan meningkatkan jumlah partikel aerosol yang terhirup," kata Prof. Ari melalui siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Tetap Aman di Bandara dan Pesawat Selama Pandemi

Adapun WHO sebelumnya menyatakan bahwa Covid-19 kemungkinan dapat ditularkan melalui droplet, airborne, kontak langsung, kontak tidak langsung, fecal oral, darah, ibu ke anak, dan hewan ke manusia.

Dalam konteks bioskop, penyebaran virus bisa terjadi secara airborne. Dalam siaran persnya, Prof. Ari menjelaskan bahwa transmisi secara airborne adalah penyebaran mikroba, dalam hal ini SARS CoV2, melalui aerosol yang tetap bersifat infeksius meskipun terbawa angin dalam jarak jauh.

Pada awalnya diketahui bahwa penyebaran virus dapat terjadi ketika dilakukan tindakan medis yang mengakibatkan terbentuknya aerosol.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.