Kompas.com - 20/07/2020, 15:36 WIB

Seperti yang juga sudah dibahas sebelumnya, sepeda Brompton "WFH" memiliki keunikan pada bagian tersebut.

Adalah CEO Brompton, Will Butler-Adams yang membuat inisiatif, demi menghormati para donatur yang menyumbang dana dalam program ini.

Untuk mereka yang memberikan uang lebih dari 250 pounsterling atau lebih dari Rp 4,6 juta, berhak membubuhi nama pada satu sepeda.

Padahal, biasanya pada versi standar Brompton, di bagian itu hanya tercantum indentitas sepeda, berupa nomor rangka dan nomor seri sepeda.

Baca juga: Beli Brompton Harga Rp 200 Juta, Gangguan Jiwa?

Pada proses produksi Brompton WFH, beberapa penyumbang memilih untuk membubuhkan nama sepeda sesuai nama mereka di panel tersebut.

Ada pula yang membubuhi nama orang-orang istimewa dalam hidup mereka.

Lalu, ada pula yang mengabadikan nama dokter dan perawat yang saat ini bekerja di NHS.

Malah, ada yang lebih kreatif, -misalnya, menyematkan penggalan lirik lagu Woody Guthrie tentang perawatnya, "Your smile cured me".

Personalisasi sepeda edisi terbatas itu lalu diukir pada pelat nomor seri di bagian rangka utama sepeda Brompton.

Tak heran, jika sepeda Brompton WFH menjadi sangat unik dan mudah dikenali berkat keberadaan tag tersebut.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.