Kompas.com - 21/07/2020, 15:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Orangtua juga perlu membuat aturan tentang penggunaan gawai dan internet, serta memberi konsekuensi jika aturan itu dilanggar anak.

“Buka dialog dengan anak, ngobrol tentang apa yang sedang anak lakukan. Sesekali coba masuk ke dunia maya bersama anak dan saling berbagi pengalaman online,” katanya.

Baca juga: Cegah Gangguan Mata Balita akibat Terlalu Lama Pakai Gawai

Menurut Balkam, yang terpenting adalah orangtua menjadi contoh yang baik. Misalnya saja dengan membuat pembatasan durasi pemakaian gawai. 

“Kalau orangtua selalu melihat ponsel, maka anak akan meniru. Jika perlu memakai gawai jelaskan kenapa kita pakai gawai, misalnya sedang mencari resep untuk makan malam,” katanya.

Dalam hal mencari hiburan, orangtua bisa memanfaatkan fitur kontrol orangtua yang tersedia, misalnya di Youtube atau layanan streaming Netflix.

Nucha mengatakan, fitur kontrol orangtua sangat membantu, apalagi ada yang dilengkapi dengan durasi waktunya sehingga anak tidak berlama-lama memakai gawai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walau begitu, orangtua juga perlu meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama dan mematikan gawai.

“Anak tetap butuh kontak mata dan perhatian dari orangtua. Apalagi untuk anak usia balita yang butuh permainan untuk merangsang motorik dan sensoriknya,” katanya.

Baca juga: Netflix Perbarui Fitur Kontrol Orangtua

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X