Kompas.com - 21/07/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Gendong anak dengan memeluk dan menggosok punggungnya. Cobalah untuk tidak memperhatikan jeritan, tetapi memahami apa yang dia ingin komunikasikan.

Baca juga: Balita Terobsesi Ingin Jadi Princess Wajarkah?

Katakan padanya, kamu tidak dapat memahami apa pun ketika dia berteriak dan mengekspresikan dirinya dengan suara yang lebih tenang.

Cobalah ajukan pertanyaan seperti, "Apakah kamu kesakitan?" atau "Apakah kamu lapar?"

5. Membakar energi ekstra

Balita penuh energi, dan mereka harus melampiaskannya dengan satu atau lain cara.

Salah satu dari banyak cara mereka membakar energi adalah dengan menjerit.

Apa yang harus dilakukan?

Jika anak sudah lama berada di dalam rumah, keluarlah dan berjalan-jalanlah atau kunjungi taman, di mana ia bisa membakar energi ekstra.

6. Kelelahan

Ketika sangat lelah, kebanyakan balita menjerit dan menangis. Tidak dapat beristirahat menyebabkan amukan, tangisan, dan perilaku irasional.

Halaman:


Sumber Asia One
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X